Keterbatasan Reagen hingga Distribusi Pasien: Eri Cahyadi Evaluasi Tiga Hari Program CKG Berjalan

Antusiasme warga Surabaya terhadap Cek Kesehatan Gratis tinggi, tapi keterbatasan reagen dan durasi pemeriksaan hingga 45 menit membuat layanan di puskesmas menghadapi tantangan dalam tiga hari pelaksanaannya.

12 Feb 2025 - 21:41
Keterbatasan Reagen hingga Distribusi Pasien: Eri Cahyadi Evaluasi Tiga Hari Program CKG Berjalan
Warga lakukan pendaftaran program CKG di Puskesmas Jagir, Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Surabaya telah memasuki hari ketiga sejak peluncurannya pada 10 Februari 2025. Antusiasme warga terlihat tinggi, tetapi beberapa tantangan mulai terdeteksi dalam pelaksanaannya. Keterbatasan reagen, waktu pemeriksaan yang cukup lama, dan distribusi pasien di puskesmas menjadi sorotan dalam evaluasi awal.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa tidak ada kuota harian bagi warga yang ingin memanfaatkan layanan ini. Namun, ia mengakui bahwa ketersediaan reagen di tiap puskesmas perlu terus dimonitor agar pelayanan tetap lancar.

"Kalau sekarang contoh reagen terbatas, ya berarti kita harus lelang dulu kan. Kalau di satu puskesmas habis, kita rujuk ke puskesmas lain yang terdekat. Karena kan reagen itu tergantung dari masing-masing puskesmas," kata Eri saat dikonfirmasi pada Rabu (12/2/2025).

Reagen yang disebutkan Wali Kota Eri Cahyadi merujuk pada bahan kimia yang digunakan dalam berbagai pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah, urine, atau skrining penyakit tertentu. Reagen ini berperan penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan pasien, mulai dari kadar gula darah hingga fungsi organ. 

Jika stok reagen di suatu puskesmas habis, maka pemeriksaan yang bergantung pada zat tersebut harus ditunda atau dialihkan ke puskesmas lain yang masih memiliki persediaan. Oleh karena itu, ketersediaan reagen menjadi salah satu aspek krusial dalam kelancaran program Cek Kesehatan Gratis ini.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat bahwa dalam dua hari pertama pelaksanaan, sejumlah puskesmas sudah melayani puluhan pasien per hari, melebihi estimasi awal. 

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa secara teknis puskesmas menargetkan 30 pasien per hari, tetapi pada praktiknya, jumlah pasien yang datang bisa lebih banyak.

"Sebenarnya kuota 30 orang per hari, tapi kita tidak bisa menolak pasien," ujar Nanik.

Proses Pemeriksaan Memakan Waktu, Evaluasi Diperlukan

Selain ketersediaan reagen, waktu pelayanan juga menjadi perhatian. Menurut Nanik, untuk pasien dengan kondisi sehat, pemeriksaan hanya memakan waktu 10-15 menit. Namun, jika ada indikasi medis yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, seperti EKG, pemeriksaan gigi, atau tes laboratorium lainnya, prosesnya bisa mencapai 40-45 menit per pasien.

Hal ini berdampak pada antrean di beberapa puskesmas yang melayani lebih banyak pasien dari perkiraan. Puskesmas Jagir, misalnya, dalam sehari telah melayani 15 pasien pada hari pertama, dan jumlahnya terus meningkat.

"Kami terus memantau jalannya program ini. Nanti kita lihat, misalnya, di daerah Jagir yang ulang tahun berapa orang, yang daftar berapa, sehingga kita bisa memperkirakan. Karena tidak semua warga yang ulang tahun pasti datang untuk cek kesehatan," terang Nanik.

Kadinkes Surabaya menambahkan bahwa pemetaan ini penting agar distribusi pasien di puskesmas lebih merata dan mengurangi beban kerja tenaga kesehatan di lokasi-lokasi yang lebih padat.

Rencana Perbaikan dan Harapan ke Depan

Dinkes Surabaya kini tengah mengevaluasi efektivitas layanan di tiap puskesmas dan mempertimbangkan penyesuaian, termasuk dalam aspek distribusi pasien dan stok reagen. Pemkot juga berencana meningkatkan koordinasi dengan fasilitas kesehatan di setiap RW agar pelayanan lebih merata.

Meski menghadapi beberapa tantangan, baik Pemkot maupun Dinkes optimistis program ini akan berjalan lebih lancar dalam beberapa hari ke depan. Eri berharap lebih banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan deteksi dini kesehatan mereka.

"Ini program yang manfaatnya besar, terutama untuk masyarakat yang jarang melakukan cek kesehatan rutin. Kita pastikan semua yang berhak bisa mendapatkan pelayanan dengan baik," tutupnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow