Soal Penyebab Ambrolnya Pelindung Tebing Rp 39,6 Miliar di Bojonegoro, Ini Tanggapan Pj Kades Lebaksari

Pj Kades Lebaksari menyebut tidak ada banjir selama bulan Januari 2025. Hal itu berbanding terbalik dengan pernyataan Dinas PU SDA Bojonegoro yang beralasan ambrolnya bangunan pelindung tebing karena banjir yang terjadi pada awal Januari 2025.

12 Feb 2025 - 21:51
Soal Penyebab Ambrolnya Pelindung Tebing Rp 39,6 Miliar di Bojonegoro, Ini Tanggapan Pj Kades Lebaksari
Penampakan pelindung tebing senilai puluhan miliar milik PU SDA Bojonegoro. (Foto:Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP- Mu'amar Far'at, Penjabat (Pj) Kepala Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro menyatakan pada awal tahun 2025 tidak terjadi banjir sama sekali di desa yang ia pimpin.

Hal itu berbanding terbalik dengan pernyataan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro yang beralasan, jika ambrolnya bangunan pelindung tebing senilai hampir Rp 39,6 miliar, diakibatkan oleh banjir yang terjadi pada awal Januari 2025.

Dirinya mengatakan, sejak pengerjaan proyek dengan nilai fantastis yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 itu, belum sekalipun terjadi banjir hingga saat ini.

"Seingat saya sejak pengerjaan proyek hingga saat ini tidak ada banjir," ucapnya, Rabu (12/2/2025).

Pernyataan pria yang juga merangkap sebagai Sekretaris Kecamatan Baureno itu, senada dengan yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro saat dikonfirmasi suarajatimpost.com pada Senin, 9 Februari 2025 kemarin.

"Kalo Lebaksari kok gak ada ya," ucap Kalaksa BPBD Kabupaten Bojonegoro, Laela Nor Aeny.

Pihak BPBD Kabupaten Bojonegoro mencatat bencana banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Baureno pada bulan Januari 2025 berada di Desa Kalisari dan Desa Kadungrejo.

"Kalisari dan Kadungrejo yang ada (banjir)," tandasnya.

Sebagai informasi, mega proyek pelindung tebing dengan pagu anggaran Rp 39,6 miliar itu ambrol sebelum genap berusia 2 bulan dari selesainya pekerjaan.

Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro beralasan ambrolnya bangunan pelindung tebing senilai Rp 39,6 miliar yang tendernya dimenangkan PT Indopenta Bumi Permai dari Surabaya, diakibatkan oleh banjir yang katanya terjadi pada awal Januari 2025.

Adapun alasan Dinas PU SDA yang menuding banjir sebagai penyebab ambrolnya tebing pelindung dan telah dimuat pada pemberitaan sebelumnya sebagai berikut:

“Pekerjaan pelindung tebing Kali Lebak telah selesai 100 persen dan tidak ada masalah. Pekerjaan ini rampung pada akhir Desember 2024 lalu. Kemudian pada awal Januari 2025 ada banjir yang cukup besar karena hujan deras yang mengakibatkan pergeseran pada beberapa titik,” begitu bunyi klarifikasi PU SDA Kabupaten Bojonegoro. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow