Standar Ketat! Penjamah Makanan SPPG Suboh Buduan 1 Situbondo Wajib Gunakan APD Lengkap

Penerapan ini mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

09 Apr 2026 - 22:30
Standar Ketat! Penjamah Makanan SPPG Suboh Buduan 1 Situbondo Wajib Gunakan APD Lengkap
Para pekerja saat memasak menu MBG di SPPG Suboh Buduan 1 Situbondo (Foto : Rizqi/SJP)

SITUBONDO, SJP – Seluruh petugas penjamah makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Situbondo Suboh Buduan 1 dipastikan telah menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap sesuai ketentuan.

Penerapan ini mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Ahli Gizi dapur SPPG Situbondo Suboh Buduan 01 kepada suarajatimpost.com, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh petugas menjalankan protokol kebersihan dan keamanan pangan dengan disiplin, mulai dari tahap pengolahan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

“Seluruh petugas wajib mengenakan APD lengkap, mulai dari masker, penutup kepala, celemek, hingga sarung tangan, sesuai standar yang telah ditetapkan BGN,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan APD menjadi bagian krusial dalam menjaga kualitas sekaligus higienitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, masker dan penutup rambut berfungsi untuk mencegah potensi kontaminasi, seperti debu, bakteri, keringat, maupun rambut yang dapat masuk ke dalam makanan. Standar tersebut mengacu pada prinsip keamanan pangan berbasis Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

Tak hanya itu, sejumlah aturan ketat juga diterapkan di area dapur. Petugas dilarang mengenakan perhiasan, memiliki kuku panjang, serta menggunakan telepon genggam saat menangani makanan.

Selain itu, mereka juga diwajibkan memakai sepatu khusus dapur yang tidak digunakan di luar area produksi.

Pengawasan terhadap penerapan standar ini dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh prosedur berjalan optimal.

Ia menambahkan, langkah tersebut penting untuk menekan risiko terjadinya keracunan makanan serta menjaga mutu konsumsi, khususnya bagi anak-anak sebagai sasaran utama program MBG.

“Pengendalian kualitas menjadi tanggung jawab bersama. Namun secara teknis, kami sebagai ahli gizi memastikan semua standar dipatuhi demi keamanan dan kesehatan anak-anak,” imbuhnya.

Dengan penerapan standar yang ketat, dapur SPPG Situbondo diharapkan mampu menjadi contoh pelaksanaan program MBG yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga mengedepankan aspek keamanan pangan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow