Kenakalan Remaja dan Kesejahteraan PMI Jadi Bahasan Musrenbang RPJMD Blitar 2025–2029

Terdapat sejumlah usulan dalam Musrenbang RPJMD 2025-2029. Mulai dari penanganan masalah kenakalan remaja hingga kesejahteraan Pekerja Migran indonesia (PMI).

06 May 2025 - 19:45
Kenakalan Remaja dan Kesejahteraan PMI Jadi Bahasan Musrenbang RPJMD Blitar 2025–2029
Pelaksanaan Musrenbang RPJMD 2025–2029 oleh Pemerintah Kabupaten Blitar. (Foto: Ninda Kinanti/SJP)

BLITAR, SJP — Bupati Blitar Rijanto menerima sejumlah usulan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 di Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN), Selasa (6/5/2025).

Dari sekian banyak usulan, ada tiga usulan yang menjadi atensi. Yakni penanganan masalah kenakalan remaja, kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga sektor pertanian.

Rijanto mengatakan, masalah kenakalan remaja menjadi atensi atau perhatian serius. Sebab, beberapa bulan terakhir muncul kasus bullying antarpelajar dan hal ini mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Blitar. Salah satu penyebabnya, karena pengaruh media sosial yang penggunaannya kurang diawasi.

"Memang benar akhir-akhir ini kenakalan remaja di Kabupaten Blitar marak. Ini perlu peran semua pihak untuk menangani masalah ini, harus ditingkatkan pengawasannya. Salah satu faktornya itu penggunaan media sosial," kata dia, Selasa (6/5/2025).

Usulan kedua berkaitan dengan kesejahteraan dan keselamatan PMI. Rijanto menyebut, ke depan perlu adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi calon PMI, sebagai bentuk antisipasi permasalahan yang sering muncul saat sudah berada di luar negeri.

Rijanto mengatakan, untuk mengendalikan persoalan ini, pihaknya tidak bisa melakukan sendiri. Sehingga perlu bekerja sama dengan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJKTI).

"Kaitan PMI ini juga menjadi perhatian kami, perlu adanya kerja sama dengan PJTKI untuk meningkatkan kualitas SDM calon PMI. Supaya ke depan bisa meminimalisir permasalahan yang sering terjadi, apalagi warga kita yang bekerja sebagai PMI kita juga banyak," ujarnya.

Rijanto menambahkan, di sektor pertanian diakui masih ada beberapa kendala. Utamanya di kawasan Blitar selatan. Mulai dari kurangnya alat dan mesin pertanian (alsintan) dan masalah pengairan yang mengalami kekurangan.

"Ini perlu segera dirumuskan bagaimana solusinya. Karena kawasan Blitar selatan juga memiliki potensi yang bagus di sektor pertanian. Nanti akan dicarikan solusi secara bertahap, apakah lewat APBD atau bantuan dari provinsi dan pusat," imbuhnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow