Jawa Timur Pemasok 50 Persen Kebutuhan Gula Nasional

Data tahun 2024 menunjukkan, produksi tebu Jawa Timur mencapai 16,69 juta ton dari 238.135,6 hektare lahan tebu, atau setengah dari produksi nasional.

06 May 2025 - 20:00
Jawa Timur Pemasok 50 Persen Kebutuhan Gula Nasional
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berada di di Kebun Tebu Prajekan, Grundo, Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso. (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, Kabupaten Bondowoso memiliki kebun dengan tanaman tebu yang rata-rata tingginya mencapai 5 meter dengan bibit yang sama akan bisa menghasilkan 20 ton gula per hektare.

Menurut orang nomor satu di Jawa Timur ini, kebun tebu ini adalah hal luar biasa yang bisa diberikan petani tebu Bondowoso di Jawa Timur untuk Indonesia, bahkan hingga efek net zero emission untuk dunia.

Kata Khofifah, Jawa Timur bisa menjadi lumbung pangan nusantara dan komoditas tebu adalah salah satu kekuatan besarnya. Pasalnya, data tahun 2024 menunjukkan, produksi tebu  Jawa Timur mencapai 16,69 juta ton dari 238.135,6 hektare lahan tebu, atau setengah dari produksi nasional.

"Dari jumlah itu, dapat dihasilkan 1,26 juta ton gula kristal putih. Angka ini menegaskan posisi Jatim sebagai kontributor utama bagi pasokan gula nasional, dengan rata-rata kontribusi sekitar 50 persen secara tahunan," ucapnya, Selasa (6/5/2025).

"Sekaligus mencerminkan efisiensi rendemen rata-rata 7,58 persen dari tebu yang digiling," imbuhnya saat menebang tebu di Kebun Tebu Prajekan, Grundo, Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah menyebut upaya peningkatan produktivitas, hilirisasi, dan diversifikasi menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi provinsi dan kesejahteraan petani. Hal ini disebabkan subsektor perkebunan yang didominasi tebu berkontribusi signifikan terhadap PDRB dan struktur ekonomi Jawa Timur.

"Untuk membangun petani yang kuat dan sejahtera dibutuhkan kolaborasi yang efektif, saya berharap kolaborasi dengan  PT. Sinergi Gula Nusantara dalam pengadaan bibit unggul dan penyerapan hasil panen tetap berjalan berkelanjutan," pesannya.

Ia berharap semua lembaga perbankan memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan program KUR Khusus Kluster Petani Tebu dengan kolaborasi bersama dinas yang membidangi perkebunan di tiap kabupaten\kota di Jawa Timur. Sehingga kebutuhan modal kerja seluruh petani tebu dapat terpenuhi.

"Kepada Bank Jatim yang mempelopori berjalannya KUR khusus ini, diharapkan prosedur penyaluran KUR dapat berlangsung cepat, transparan, dan tepat sasaran, sehingga tidak ada petani yang tertinggal," tegasnya.

Dirut SGN Mahmudi menyampaikan, melalui KURsus petani tebu, mampu menyelesaikan dua persoalan yang dihadapi petani tebu. 

Sementara melalui KURsus ini, petani tebu bisa mendapatkan KUR lagi dengan rate 6 persen per tahun, menjadi solusi atas masalah komposisi tanaman tebu yang tidak normal dan penataan varietas.

"Ini untuk petani seluruh Indonesia tetapi pilot project-nya di Jawa Timur dan pecah telornya di Kabupaten Bondowoso," pungkasnya. (*)

Editor : Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow