Kapolri Janji Kawal Hak Buruh

Namun, ia menegaskan bahwa aspirasi buruh tidak boleh berbenturan dengan kepentingan ekonomi nasional yang lebih besar.

29 Dec 2025 - 09:00
Kapolri Janji Kawal Hak Buruh
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat berada di Nganjuk. (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan janji bagi pergerakan buruh nasional di tengah bayang-bayang perlambatan iklim investasi. 

Dalam kunjungan simbolis ke lokasi pembangunan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Sabtu (27/12/2025) kemarin, Kapolri menegaskan komitmen Korps Bhayangkara untuk berdiri di sisi pemenuhan hak pekerja.

Meski demikian, dukungan tersebut tidak diberikan tanpa syarat. Kapolri menyisipkan catatan mengenai stabilitas keamanan dan ekonomi.

Kunjungan yang diawali dengan ziarah ke makam Marsinah, sebuah ikon perjuangan buruh yang tewas secara tragis pada era Orde Baru ini menjadi panggung bagi Kapolri untuk menegaskan bahwa Polri mendukung penuh upaya buruh mengawal hak-hak mereka. 

Namun, ia menegaskan bahwa aspirasi buruh tidak boleh berbenturan dengan kepentingan ekonomi nasional yang lebih besar.

"Perjuangan mengawal hak-hak buruh harus dilakukan dengan cara yang baik, terukur, damai, dan kondusif. Hal ini sangat penting demi menjaga iklim pembangunan serta investasi yang sedang berjalan," ujar Jenderal Sigit di hadapan wartawan saat itu.

Pernyataan itu disebut sebagai menyeimbangan dua sisi mata uang, yakni perlindungan buruh di satu sisi, dan jaminan keamanan bagi pemodal di sisi lain. 

Kapolri berharap pembangunan museum ini tidak hanya berhenti sebagai monumen pengingat sejarah, tetapi juga menjadi simpul ekonomi baru melalui penguatan UMKM di Desa Ngelundo.

Menanggapi dinamika industrial yang kian kompleks, Kapolri membeberkan langkah strategis Polri pada tahun 2025 melalui pembentukan Desk Ketenagakerjaan di bawah naungan Mabes Polri. 

Langkah ini diklaim sebagai inisiatif proaktif kepolisian untuk menjadi mediator dalam konflik agraria maupun industrial.

"Melihat situasi dan kondisi di lapangan, kami berinisiatif untuk ikut membantu menyelesaikan masalah-masalah industrial. Polri hadir untuk memastikan hak-hak buruh terpenuhi melalui penyelesaian masalah yang tepat dan efektif," pungkasnya. (**) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow