Presiden KSPSI: Pembangunan Rumah Singgah Marsinah Bukan dari Pemerintah, Murni Iuran Buruh

biaya pembangunan sepenuhnya bersumber dari iuran yang dikumpulkan yayasan pekerja SPSI dan donasi para buruh, iuran dan juga donatur dari seluruh Indonesia.

27 Dec 2025 - 20:16
Presiden KSPSI: Pembangunan Rumah Singgah Marsinah Bukan dari Pemerintah, Murni Iuran Buruh
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KPSI) Andi Gani Nena Wea (foto/kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan, pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, tidak menggunakan dana pemerintah, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Andi Gani, seluruh biaya pembangunan bersumber dari iuran yayasan pekerja SPSI, donasi para buruh, serta sumbangan para donatur dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu disampaikannya untuk menjawab berbagai pertanyaan publik terkait sumber pendanaan proyek tersebut.

“Ada beberapa pertanyaan yang muncul, dan sudah kami jelaskan, tidak ada dana dari APBN atau APBD. Kami tidak ingin merepotkan pemerintah. Pembangunan ini murni dari teman-teman buruh,” ujar Andi Gani kepada awak media, Sabtu (27/12/2025).

Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Gubernur Khofifah Indar Parawansa, serta Pemerintah Kabupaten Nganjuk atas dukungan moral dalam memperjuangkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Polda Jawa Timur dan masyarakat Desa Ngelundo yang turut membantu pengamanan dan berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Andi Gani menjelaskan, inisiatif pembangunan rumah singgah dan museum tersebut lahir dari keinginan para buruh untuk mengenang serta menghormati perjuangan Marsinah sebagai simbol perlawanan dan perjuangan kaum buruh di Indonesia.

“Ini penting kami sampaikan secara jelas. Semua biaya pembangunan rumah singgah dan museum Marsinah ini bukan dari kantong pemerintah. Semuanya murni dari iuran yang kami kumpulkan bersama-sama,” tegasnya.

Ke depan, Andi Gani berharap rumah singgah dan museum Marsinah dapat menjadi ruang berkumpul bagi para buruh sekaligus pusat edukasi bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah perjuangan buruh di Tanah Air. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow