Dinkes Batu Ungkap Bakteri Pemicu Insiden Makanan MBG

Program MBG sendiri menjadi salah satu prioritas Pemkot Batu karena menyasar ribuan siswa. Dengan adanya evaluasi ini, pemerintah berharap distribusi makanan bisa berlangsung lebih higienis, aman, dan sesuai standar gizi.

03 Oct 2025 - 21:39
Dinkes Batu Ungkap Bakteri Pemicu Insiden Makanan MBG
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat mengecek dapur MBG (ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengungkap adanya bakteri yang memicu gangguan pencernaan dialami 12 siswa SMPN 1 Kota Batu setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden itu terjadi pada Selasa (24/9/2025) siang dan sempat membuat panik pihak sekolah.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Jumat (3/10/2025) menjelaskan para siswa mengalami gejala berupa mual, muntah, pusing, dan sakit perut dimana tidak ada diare, hanya gejala gastrointestinal ringan dan setela sekitar satu jam setelah ditangani di UKS, kondisinya kembali normal.

"Jadi makanan yang disalurkan ke sekolah hari itu berupa nasi putih, ayam bumbu kecap, tahu goreng, pakcoy bawang putih, dan stroberi. Pihak sekolah sempat menemukan pakcoy dalam kondisi berlendir dan segera mengimbau agar tidak dikonsumsi. Meski demikian, sekitar 30 menit setelah makan, belasan siswa menunjukkan gejala gangguan pencernaan," urainya.

Orang nomor dua di Kota Batu itu menambahkan Kajian epidemiologi Dinkes dengan pengambilan sampel makanan dilakukan dua kali, pukul 07.00 WIB dan 16.00 WIB.

Hasil uji menunjukkan adanya indikasi foodborne intoxication akibat bakteri Bacillus cereus atau Staphylococcus aureus, dua bakteri yang sering menyerang sistem pencernaan manusia.

Menurut Heli, ada beberapa dugaan penyebab bakteri muncul, di antaranya makanan dikemas saat masih panas lalu ditutup rapat, bahan makanan disantap siswa yang bisa mencapai sembilan jam.

"Meski kasus ini tidak menimbulkan dampak fatal, Pemkot Batu memastikan akan melakukan evaluasi. Dinkes bersama tim MBG akan menyusun standar operasional prosedur (SOP) agar distribusi makanan lebih higienis dan aman. Tujuannya proteksi dini, supaya anak-anak tetap mendapat gizi yang baik dengan kualitas yang benar-benar terjamin,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow