Kanker Payudara Masih Jadi Momok di Kota Batu
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati pada Rabu (12/2/2025) mengatakan kanker payudara menjadi yang paling banyak ditemukan di Kota Batu dibandingkan dengan jenis kanker lainnya seperti kanker serviks, kanker otak, dan kanker ovarium terlebih banyak terjadi pada usia produktif.
Kota Batu, SJP - Kanker payudara terus menjadi masalah kesehatan yang serius di Kota Batu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat, hingga Januari 2025, jumlah penderita kanker payudara mencapai 59 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kanker lainnya dan menjadi perhatian utama Dinkes.
Dengan meningkatnya angka penderita, Pemkot Batu pun mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat guna mencegah penyakit mematikan ini.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati pada Rabu (12/2/2025) mengatakan, kanker payudara menjadi yang paling banyak ditemukan di Kota Batu dibandingkan dengan jenis kanker lainnya seperti kanker serviks, kanker otak, dan kanker ovarium terlebih banyak terjadi pada usia produktif.
"Secara keseluruhan, Dinkes Kota Batu mencatat ada 115 penderita kanker paliatif pada awal 2025. Meskipun angka ini mencakup berbagai jenis kanker, kanker payudara tetap mendominasi. Dinkes mencatat, meskipun kanker bisa menyerang berbagai kalangan usia, yang paling banyak mengalami adalah perempuan usia produktif, antara 15 hingga 59 tahun," urainya.
Menurutnya, kanker payudara tidak hanya menyerang wanita lanjut usia, tetapi kini banyak ditemui pada wanita usia produktif. Mengingat sepanjang tahun 2024, kanker payudara tetap menjadi jenis kanker yang paling banyak ditemukan di kota ini, dengan jumlah penderita sebanyak 72 orang. Dibandingkan dengan jenis kanker lain seperti kanker serviks yang diderita oleh 11 orang, kanker ovarium sebanyak 7 orang, kanker otak sebanyak 6 orang, dan kanker usus sebanyak 4 orang.
Ia menambahkan faktor penyebab kanker payudara juga sangat beragam seperti faktor genetik, yaitu jika ada riwayat kanker payudara dalam keluarga, serta paparan zat berbahaya dan radiasi. Selain itu, faktor gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat turut berperan besar dalam meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
"Kami juga menemukan bahwa faktor lingkungan dan pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu utama meningkatnya angka kanker payudara di Kota Batu. Oleh sebab itu kami mengimbau agar para perempuan untuk tidak ragu melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan mamografi secara rutin untuk meningkatkan peluang kesembuhan bagi pasien yang terdeteksi lebih awal," imbuhnya.
Selain itu, Susan juga mengaku bahwa pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup sehat dan bahaya merokok serta alkohol, yang diketahui sebagai faktor risiko utama kanker payudara. Termasuk bekerja sama dengan berbagai pihak seperti relawan paliatif untuk memberikan perawatan kepada pasien kanker payudara stadium lanjut.
"Kami berkolaborasi dengan tim relawan paliatif untuk memberikan perawatan yang terbaik bagi pasien yang sudah memasuki stadium akhir. Kami berharap ini dapat meningkatkan kualitas hidup mereka meskipun di tengah kondisi yang sulit," tutupnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

