Imbas Efisiensi Anggaran, Hotel di Kota Batu Berpotensi Banting Harga

Meskipun di akhir pekan hotel-hotel di Kota Batu masih ramai dikunjungi oleh wisatawan secara umum dan berbeda pada hari kerja menjadi tantangan tersendiri dimana hotel mengandalkan tamu dari instansi pemerintah yang sedang melakukan perjalanan dinas.

12 Feb 2025 - 19:01
Imbas Efisiensi Anggaran, Hotel di Kota Batu Berpotensi Banting Harga
Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi (Arul/SJP)

Kota Batu, SJP – Penerapan Inpres No 1 tahun 2025 tentang efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah, berpotensi memengaruhi daya saing harga hotel di Kota Batu, terutama pada hari kerja.

Pembatalan kegiatan instansi pemerintah di hotel-hotel yang sebelumnya menjadi andalan untuk mengisi okupansi, memaksa beberapa pengelola hotel untuk menurunkan tarif secara signifikan agar dapat menarik tamu pengganti. Namun, langkah ini, meskipun bisa menarik perhatian, berisiko merugikan jika dilakukan secara sembarangan.

Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi pada Rabu (12/2/2025) mengungkapkan, meskipun di akhir pekan hotel-hotel di Kota Batu masih ramai dikunjungi oleh wisatawan secara umum dan berbeda pada hari kerja, menjadi tantangan tersendiri dimana hotel mengandalkan tamu dari instansi pemerintah yang sedang melakukan perjalanan dinas.

"Pasti ada hotel yang menurunkan harga untuk menarik tamu pengganti, tapi jika harga terlalu rendah, itu bisa merugikan. Tidak semua hotel bisa melakukan itu," jelasnya

Menurutnya, penurunan harga harus tetap mempertimbangkan batas minimum tarif sesuai dengan kelas hotel. Sebagai contoh, hotel bintang tiga tidak bisa sembarangan menyamakan harga dengan hotel bintang dua karena perbedaan standar fasilitas dan pelayanan yang diberikan.

Oleh karena itu, pengelola hotel di Kota Batu dituntut untuk mencari alternatif pasar lain, seperti tamu korporat atau wisatawan reguler, untuk menjaga kestabilan okupansi.

Oleh sebab itu nantinya, PHRI akan menggencarkan kolaborasi dengan sektor swasta dan agen perjalanan. Rencananya, pada awal Ramadan nanti, akan ada tur gabungan yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk menarik wisatawan ke Kota Batu

"Kami optimistis dengan upaya ini. Selain itu, kami juga menekankan pentingnya inovasi dan strategi pemasaran yang lebih adaptif. Meski tekanan harga semakin ketat, kami berharap agar hotel-hotel di daerah tersebut tidak hanya bergantung pada tamu instansi pemerintah," imbuhnya.

Karena dengan promosi yang lebih intensif dan kerja sama yang lebih erat, diharapkan hotel-hotel bisa menarik lebih banyak wisatawan reguler, terutama pada hari kerja, guna mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasar. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow