Kabupaten Malang Berpeluang Raih Tambahan Kuota Tanam Tebu 1.500 Hektare dari Kementan

Peluang ini muncul menyusul capaian signifikan realisasi program yang telah menembus sekitar 93 persen hingga awal Desember 2025.

04 Dec 2025 - 11:30
Kabupaten Malang Berpeluang Raih Tambahan Kuota Tanam Tebu 1.500 Hektare dari Kementan
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Ir. Avicenna M. Saniputera, M.T., M.H., saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait progres Program Bongkar Ratoon–Tumbuh di Kabupaten Malang. (Foto: Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berpeluang mendapatkan tambahan kuota program Bongkar Ratoon–Tumbuh sekitar 1.500 hektare dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. 

Peluang ini muncul menyusul capaian signifikan realisasi program yang telah menembus sekitar 93 persen hingga awal Desember 2025.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera, menjelaskan bahwa kesiapan wilayah menjadi alasan utama munculnya potensi penambahan kuota tersebut. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan sosialisasi progres program bersama Direktur Hilirisasi Kementan RI.

Avicenna mengungkapkan bahwa progres cepat komoditas tanaman tebu di Kabupaten Malang menunjukkan kemampuan daerah dalam mengeksekusi target besar meskipun dalam waktu yang sangat terbatas.

"Realisasi kita sudah mencapai sekitar 1.100 hektare dari total CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) 1.277 hektare, atau hampir 93 persen. Dengan waktu efektif yang hanya sekitar 30 sampai 40 hari, capaian ini termasuk cepat," ujar Avicenna, Rabu (3/12/2025).

Menyambut peluang penambahan kuota, Pemkab Malang kini tengah fokus melakukan pemetaan lokasi untuk penanaman baru. Langkah ini dilakukan agar daerah siap dengan areal definitif segera setelah tambahan kuota disetujui, serta untuk memastikan program tidak mengganggu produksi tanaman pangan.

Ia menegaskan bahwa orientasi perluasan areal tanam akan diarahkan ke lahan non-irigasi teknis.

"Kami mencari lahan-lahan marginal dan lahan kering agar tidak berbenturan dengan kebutuhan pangan. Area-area inilah yang akan berpotensi menjadi perluasan areal tanam jika kuota tambahan 1.500 hektare disetujui," terangnya.

Sebelumnya, Kementan sempat melakukan penyesuaian target program secara nasional, dari 15.000 hektare menjadi 7.500 hektare, dikarenakan keterbatasan waktu tanam. Meskipun demikian, progres Kabupaten Malang tetap menonjol dan menjadi salah satu yang paling cepat di wilayahnya.

Avicenna juga menambahkan bahwa target nasional program Bongkar Ratoon–Tumbuh yang belum terselesaikan tahun ini diharapkan dapat dialokasikan pada tahun anggaran 2026.

"Kami berharap sisa target di tahun 2025 dapat dialokasikan kembali pada tahun 2026. Malang siap untuk berkontribusi lebih luas dalam program ini," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow