CJH Wafat di Pesawat, Pemerintah Pastikan Badal Haji dan Asuransi Tetap Diberikan
Pemerintah pastikan jemaah haji yang wafat tetap mendapat badal haji dan asuransi, meski meninggal dunia dalam pesawat saat penerbangan menuju Madinah.
SURABAYA, SJP — Pemerintah melalui Kementerian Agama menegaskan bahwa seluruh hak jemaah haji yang wafat selama perjalanan ibadah akan tetap dipenuhi. Hal tersebut disampaikan menyusul wafatnya salah satu jemaah asal Sidoarjo, Nur Fadilah (45), di dalam pesawat dalam perjalanan menuju Madinah.
"Pemerintah memastikan seluruh hak almarhumah dipenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji dan pencairan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Sugiyo, Pelaksana Harian Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sabtu (10/5/2025)
Badal haji merupakan pengganti pelaksanaan ibadah haji oleh orang lain yang ditunjuk, khusus bagi jemaah yang wafat sebelum sempat menjalankan rangkaian ibadah secara lengkap. Sementara itu, asuransi jemaah akan dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku dalam sistem perlindungan jemaah haji Indonesia.
Kronologi di Udara: Ditemukan tak Sadarkan Diri di Toilet
Nur Fadilah tergabung dalam kloter 20 dan menaiki pesawat Saudi Arabia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5323. Menurut keterangan PPIH, dia pamit ke toilet sekitar pukul 05.30 waktu Arab Saudi dan tak kembali hingga pukul 06.00. Suaminya lalu menyusul dan menemukan almarhumah dalam kondisi tak sadarkan diri.
"Ditunggu sampai jam 6 belum balik. Kemudian suaminya menjemput ke toilet, ternyata istrinya terjatuh. Saat itu sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri," jelas Sugiyo.
Nur Fadilah diketahui memiliki riwayat diabetes dan tekanan darah tinggi, namun saat berangkat dari Bandara Juanda ia dinyatakan dalam kondisi stabil dan tidak mengeluhkan gangguan kesehatan.
Dimakamkan di Baqi
Setelah mendarat di Madinah, jenazah disalatkan di Masjid Nabawi, tempat suci yang menjadi impian banyak Muslim untuk dikunjungi. Ia kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman Baqi, yang dikenal sebagai tempat peristirahatan para sahabat Nabi.
PPIH Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan
Menanggapi kejadian ini, PPIH Embarkasi Surabaya kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengingat cuaca dan ritme ibadah di Tanah Suci sangat menantang. Beberapa jemaah bahkan cenderung terlalu semangat hingga melupakan kebutuhan dasar tubuh.
"Orang yang tiba di Tanah Suci pasti hatinya senang bahkan terkadang hingga lupa makan dan minum. Kami imbau para jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan dengan makan-makanan bergizi dan tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah sunnah. Beristirahatlah yang cukup," ujar Sugiyo.
Sebagai informasi tambahan, hingga Jumat (9/5/2025) malam, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 26 kloter. Total jemaah yang telah diberangkatkan sebanyak 9.862 orang atau sekitar 26 persen dari total 36.845 jemaah yang masuk dalam kuota embarkasi ini. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

