Jombang Waspada Influenza A, RSUD Siagakan Ruang Isolasi, Dinkes Perketat Surveilans

Kewaspadaan ini didasari atas data nasional yang dirilis Kementerian Kesehatan RI per 31 Desember 2025.

14 Jan 2026 - 14:30
Jombang Waspada Influenza A, RSUD Siagakan Ruang Isolasi, Dinkes Perketat Surveilans
Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP– Meski penyebaran virus Influenza A subtipe A (H3N2) subclade K mulai terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia, Kabupaten Jombang hingga saat ini dinyatakan masih bebas dari temuan kasus tersebut. 

Kendati demikian, pemkab setempat setempat mulai memperketat kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi transmisi lokal.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, dr. Pudji Umbaran, menegaskan bahwa hingga Rabu (14/1/2026), belum ada laporan warga yang terjangkit maupun menjalani perawatan terkait virus tersebut di RSUD Jombang.

"Untuk saat ini kondisi masih nihil (zero case). Kami berharap situasi ini tetap bertahan," ujar dr. Pudji saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

Meski belum ada temuan, Pudji memastikan pihaknya tidak meremehkan situasi. Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan flu berat telah disiapkan, termasuk skenario isolasi bagi pasien. 

"Jika ditemukan kasus, kami segera melakukan isolasi dan penatalaksanaan medis sesuai SOP dengan peralatan intensif yang tersedia," imbuhnya.

Kewaspadaan ini didasari atas data nasional yang dirilis Kementerian Kesehatan RI per 31 Desember 2025. 

Hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) menunjukkan terdapat 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur, bersama Kalimantan Selatan dan Jawa Barat, tercatat sebagai wilayah dengan sebaran kasus tertinggi, di mana kelompok perempuan dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, dalam keterangan resminya pada Senin (12/1/2026), meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan level kewaspadaan.

"Kami terus memperkuat sistem surveilans dan pelaporan di tingkat fasilitas kesehatan primer. Langkah ini penting agar kami bisa merespons perkembangan situasi secara cepat dan tepat," tutur Hexawan.

Berdasarkan keterangan Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, varian A(H3N2) ini merupakan varian yang sudah dikenal dalam sistem surveilans global WHO. 

Gejalanya identik dengan infeksi saluran pernapasan akut, seperti demam tinggi mendadak, menggigil, nyeri tenggorokan, serta pegal pada otot dan sendi.

Walaupun Kemenkes menyatakan tingkat keparahan varian ini tidak lebih tinggi dibandingkan jenis influenza lainnya, mobilitas penduduk yang tinggi di Jawa Timur menjadi faktor risiko yang patut diwaspadai oleh warga Jombang.

Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala serupa flu yang menetap, serta kembali memperketat protokol kesehatan dasar sebagai langkah preventif paling efektif. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow