Jombang Darurat Banjir Kiriman, Warga Harapkan Solusi Permanen
Permintaan warga adalah pemerintah hadir untuk memberikan solusi permanen atas banjir yang terus mengantui.
JOMBANG,SJP– Masalah klasik banjir kiriman kembali melumpuhkan Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan.
Memasuki hari keempat sejak air mulai mengalir pada Ahad (11/1/2026), warga kini mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menangani bencana yang terus berulang dengan intensitas yang kian mengkhawatirkan.
Pantauan di lapangan menunjukkan puncak genangan terjadi pada Selasa (13/1/2026) pagi, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Tidak hanya merendam puluhan rumah, banjir ini juga melumpuhkan sektor pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi warga setempat.
Meski wilayah ini merupakan langganan banjir, warga mencatat adanya anomali frekuensi dan dampak pada musim penghujan kali ini.
"Ini sudah banjir kedua. Yang pertama November 2025 lalu, tapi kali ini jauh lebih parah," ungkap Ahmad, warga terdampak, Rabu (14/1/2026).
Permintaan warga adalah pemerintah hadir untuk memberikan solusi permanen atas banjir yang terus mengantui.
"Harapan kami cuma satu, solusi permanen. Pihak berwenang harus bertindak agar petani dan warga tidak terus-menerus menanggung kerugian materiil setiap tahun," tegas Ahmad.
Senada dengan Ahmad, Ilham, warga lainnya, menyebutkan bahwa air mulai menerobos masuk ke permukiman sejak Senin (12/1/2026) sore.
"Rumah-rumah dengan pondasi rendah hampir semuanya kemasukan air. Kami lelah jika setiap tahun harus begini terus," keluhnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz, mengakui bahwa Desa Ketapang Kuning berada dalam posisi geografis yang sulit.
Wilayah ini merupakan titik pertemuan akhir (hilir) dari aliran air berbagai wilayah hulu seperti Marmoyo, Ploso, dan Kudu.
"Karena menjadi daerah akhir aliran, durasi genangan di Ketapang Kuning memang cenderung lebih lama. Saat ini di permukiman mulai surut, meski area persawahan masih terendam," jelas Wiku saat dikonfirmasi. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

