Jelang Ramadan, Stok Sembako di Blitar Diklaim Aman, Satu Komoditas Ini Justru Naik
Di tengah kondusifnya harga sembako, tim menemukan kenaikan pada komoditas kacang tanah lokal. Stok barang yang menipis mengakibatkan harganya melonjak tajam dari Rp28.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
BLITAR, SJP — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Blitar Kota bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik guna memastikan stabilitas pasokan bahan pokok menjelang Ramadan 2026.
Meski mayoritas harga komoditas terpantau landai, kenaikan drastis pada satu jenis komoditas mulai memicu keresahan di tingkat pedagang dan konsumen.
Petugas menyisir Pasar Pon Kota Blitar serta gudang agen sembako di kawasan Jalan Ciliwung, Kecamatan Kepanjenkidul. Fokus pemantauan meliputi komoditas utama seperti beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, dan telur ayam.
Kanit Pidana Ekonomi dan Tertentu (Pidek) Satreskrim Polres Blitar Kota, Iptu Yuno Sukaito, menegaskan bahwa ketahanan pangan di wilayah hukumnya masih dalam kategori aman.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras, gula, tepung, telur, hingga minyak goreng di pasar maupun agen masih mencukupi hingga memasuki bulan Ramadan. Harga pun relatif terkendali," ujar Iptu Yuno, Rabu (28/1/2026),
Pantauan di lapangan, harga beras premium kemasan 5 kilogram berkisar Rp74.000-Rp75.000, tepung terigu Rp10.000-Rp12.000 per kilogram, lalu gula pasir berkisar Rp17.000-Rp17.500 per kilogram dan minyak goreng bekisar Rp17.000-Rp18.000 per liter. Sementara telur ayam harganya berkisar Rp27.000-Rp28.000 per kilogramnya.
Di tengah kondusifnya harga sembako, tim menemukan kenaikan pada komoditas kacang tanah lokal. Stok barang yang menipis mengakibatkan harganya melonjak tajam dari Rp28.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Iptu Yuno menjelaskan bahwa meski varian impor tersedia, masyarakat tetap memburu produk lokal yang secara kualitas lebih diminati.
"Kenaikan ini cukup signifikan. Kami segera berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk menelusuri kendala di sisi hulu atau distribusi," tegasnya.
Khoirul, salah satu pedagang di Pasar Pon, mengakui kelangkaan ini sudah dirasakan sejak sebulan terakhir. Menurutnya, keterbatasan pasokan menjadi pemicu utama meroketnya harga.
"Barang lokal memang sulit didapat. Ada kacang impor, tapi pembeli tetap mencari yang lokal karena rasa dan kualitasnya jauh lebih unggul untuk bahan baku kue atau olahan makanan Ramadan nanti," tutup Khoirul. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

