Aisiyah Kembangan Ketahanan Pangan dengan Basis Qaryah Thayibah

Aisyiyah menerapkan konsep Qoryah Thayyibah yang mengoptimalkan lahan sempit di sekitar rumah warga. Melalui metode tanam polybag dan pemanfaatan limbah rumah tangga, masyarakat diajak menanam sayur hingga budidaya jamur.

01 Jul 2025 - 14:03
Aisiyah Kembangan Ketahanan Pangan dengan Basis Qaryah Thayibah
Gubernur Jawa Timur menghadiri milad Aisiyah ke 108 di kecamatan purwosari (foto isbi/ sjp)

PASURUAN, SJP—Upaya memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur terus digalakkan melalui pemanfaatan pupuk organik. Beberapa wilayah seperti Madiun, Tuban, hingga Ponorogo mulai intens menggunakan metode ramah lingkungan tersebut.

Para pengamat dari Union View mengunjungi titik-titik lahan pertanian yang telah teruji memakai pupuk organik secara maksimal. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan organik mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Menurut Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Nur Mukarromah, tren penggunaan pupuk organik semakin meluas. Dia menyebut, banyak petani yang kini beralih karena hasil yang lebih stabil dan biaya yang efisien.

“Daerah seperti Mataraman dan Ponorogo mulai menunjukkan kemajuan. Mereka sudah mampu berdiri mandiri dengan pola tanam berbasis organik,” ucapnya, Selasa (1/7/2025).

Tema ketahanan pangan juga diangkat dalam Musyawarah Wilayah ke-108 Aisyiyah. Organisasi perempuan ini turut menjadi motor penggerak melalui program berbasis komunitas.

Aisyiyah menerapkan konsep qoryah thayyibah yang mengoptimalkan lahan sempit di sekitar rumah warga. Melalui metode tanam polybag dan pemanfaatan limbah rumah tangga, masyarakat diajak menanam sayur hingga budidaya jamur.

Inisiatif tersebut tak hanya fokus pada produksi pangan, tapi juga edukasi masyarakat tentang pertanian sehat. Aisyiyah bahkan sudah membangun ekosistem belajar di tingkat desa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas peran aktif Aisyiyah. Dia menilai, gerakan ini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka akses pembelajaran bagi warga desa.

“Kita butuh masyarakat yang mandiri pangan. Gerakan seperti ini bisa menjadi solusi dari bawah untuk memperkuat daya tahan pangan daerah,” kata Khofifah saat menghadiri acara Aisyiyah di Surabaya.

Dengan sinergi antara masyarakat, organisasi keagamaan, dan pemerintah, ketahanan pangan berbasis organik diharapkan menjadi gerakan masif. Jawa Timur menargetkan semakin banyak desa mandiri pangan dalam beberapa tahun ke depan. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow