Pemkab Bondowoso Matangkan Persiapan Susenas Maret 2026

Pemkab Bondowoso mengumpulkan camat dan kepala desa di Aula Sabha Bina Praja untuk mematangkan persiapan Susenas Maret 2026 demi memastikan validitas data kemiskinan dan indikator pembangunan daerah.

28 Jan 2026 - 16:21
Pemkab Bondowoso Matangkan Persiapan Susenas Maret 2026
Sekda Bondowoso, Fathur Rozi saat memimpin rapat persiapan Susenas bersama Asisten III, Kepala BP4D dan perwakilan camat serta kepala desa (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang akan digelar pada Maret 2026 mendatang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan arahan kepada perwakilan camat dan kepala desa se-Kabupaten Bondowoso di Aula Sabha Bina Praja, Rabu (28/1/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi menegaskan, persiapan ini penting untuk memastikan pelaksanaan Susenas berjalan optimal dan menghasilkan data yang valid serta akurat.

“Susenas ini sangat menentukan kondisi daerah nantinya. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penilaian berbagai indikator, mulai dari kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, indeks gini rasio, hingga rata-rata lama sekolah,” ujar Sekda Bondowoso.

Sekda menekankan pentingnya peran camat dan kepala desa dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya warga yang terpilih sebagai responden survei. Ia meminta agar masyarakat dapat menerima petugas dengan baik dan bersabar selama proses wawancara.

“Jumlah pertanyaan dalam survei ini lebih dari seratus. Prosesnya bisa memakan waktu dua sampai tiga jam. Kalau responden tidak sabar, dikhawatirkan data yang diperoleh tidak valid. Padahal kita ingin data yang benar-benar menggambarkan kondisi riil masyarakat Bondowoso,” tegasnya.

Menurutnya, kesabaran tidak hanya dituntut dari responden, tetapi juga dari petugas survei agar tetap profesional selama proses pengumpulan data berlangsung. Mengingat Susenas tidak dilaksanakan setiap tahun, hasil survei ini memiliki peran strategis dalam perencanaan pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, Susenas yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) bersifat sampel. Dari total 219 desa di Bondowoso, sebanyak 72 desa menjadi sampel, dengan sekitar 830 responden dari lebih dari 790 ribu penduduk.

“Karena berbasis sampel, maka kualitas data sangat bergantung pada proses di lapangan. Itulah sebabnya kami menekankan validitas dan kesabaran semua pihak,” katanya.

Lebih lanjut, Sekda menyebut data Susenas akan menjadi pijakan dalam menjalankan strategi pengentasan kemiskinan, yang meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan, serta penanganan kantong-kantong kemiskinan.

“Strategi ini merupakan kebijakan nasional yang diturunkan ke daerah. Dengan data yang valid, intervensi pemerintah akan lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow