Jelang Ramadan, Gerakan Pangan Murah di Gresik Diserbu Warga

Berbagai komoditas yang dijual dengan harga di bawah pasar membuat puluhan warga rela antre mengular. Sejumlah komoditas bahan pangan dijual seperti beras, minyak goreng, gula telur, hingga cabai rawit.

13 Feb 2026 - 15:50
Jelang Ramadan, Gerakan Pangan Murah di Gresik Diserbu Warga
Warga saat mengantre beli bahan pokok di gerakan pangan murah Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP - Gerakan pangan murah yang digelar di Pendopo Alun-Alun Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ramai diserbu warga, Jumat (13/2/2026). 

Berbagai komoditas yang dijual dengan harga di bawah pasar membuat puluhan warga rela antre mengular. 

Sejumlah komoditas bahan pangan dijual seperti beras SPHP tersedia sebanyak 2,5 ton dengan harga Rp11.000 per kilogram. Beras premium disediakan 500 kilogram dengan harga Rp14.000 per kilogram.

Minyak goreng Minyakita tersedia 360 liter dengan harga Rp15.000 per liter. Selain itu, gula pasir premium dijual sebanyak 80 kilogram dengan harga Rp16.000 per kilogram.

Untuk komoditas hortikultura, bawang merah tersedia 100 kilogram dengan harga Rp15.000 per 500 gram, bawang putih kating 100 kilogram dengan harga Rp13.000 per 500 gram.

Cabai rawit merah tersedia 20 kilogram dengan harga Rp7.000 per ons, sedangkan cabai merah besar 20 kilogram dengan harga Rp5.000 per 2,5 ons. Telur ayam ras juga disiapkan sebanyak 60 pack dengan harga Rp24.000 per pack.

“Menjelang puasa biasanya harga naik. Jadi kegiatan seperti ini sangat dinanti. Alhamdulillah bisa beli beras dan minyak dengan harga lebih terjangkau,” kata salah satu warga Kecamatan Kebomas, Siti.

Siti mengaku sudah rela mengantre sejak pagi untuk membeli beras dan minyak goreng.

"Menjelang puasa biasanya harga naik. Jadi kegiatan seperti ini sangat dinanti. Alhamdulillah bisa beli beras dan minyak dengan harga lebih terjangkau,” jelasnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Asluchul Alif, menyampaikan penyelenggaraan gerakan pangan murah ini sebagai bentuk komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Ia menegaskan, bahwa Pemkab Gresik tegak lurus dengan instruksi Presiden dalam menjaga kestabilan harga pangan.

“Kami ingin memastikan masyarakat Gresik menjalani puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang. Tidak boleh ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow