Jelang Ramadan 2026, Stok Darah PMI Tulungagung Turun Dibanding Tahun Lalu
Saat ini, rata-rata jumlah pendonor setiap hari berada di kisaran 60 orang. Dengan capaian tersebut, PMI menilai kondisi stok belum dalam tahap mengkhawatirkan, namun tetap perlu diantisipasi menjelang Ramadan.
TULUNGAGUNG, SJP - Menjelang bulan suci Ramadan 2026, stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Kabupaten Tulungagung tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, pihak PMI memastikan ketersediaan darah saat ini masih dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.
Sampai dengan pertengahan Februari ini, total stok darah di UDD PMI Tulungagung mencapai 620 kantong. Rinciannya, golongan darah A sebanyak 126 kantong, golongan darah B 193 kantong, golongan darah O 195 kantong, dan golongan darah AB 106 kantong. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode menjelang Ramadan tahun lalu yang sempat menembus lebih dari 1.000 kantong darah.
Kepala UDD PMI Tulungagung, dr. Rukmi, mengatakan bahwa stok yang ada saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan dalam waktu dekat. Namun, ia mengakui jumlah tersebut belum menyamai capaian tahun sebelumnya.
“Untuk saat ini sih ya cukup. Tapi biasanya kalau sudah mendekati puasa seperti ini stoknya sudah sekitar seribuan. Nah, sampai sekarang memang belum mencapai itu,” ujar dr. Rukmi.
Menurutnya, hingga pertengahan Februari masih terdapat sejumlah agenda donor darah di luar gedung atau melalui mobil unit keliling yang diharapkan dapat menambah persediaan.
“Sampai tanggal 15 nanti masih ada kegiatan di luar gedung, mobile unit. Jadi kami optimistis masih bisa bertambah,” imbuhnya.
Dr. Rukmi menjelaskan, penurunan stok darah tahun ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah kendala dalam penyampaian informasi kepada para pendonor, sehingga partisipasi donor darah cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir.
“Memang belum memenuhi seperti tahun kemarin. Akhir-akhir ini ada kendala di pemberitahuan kepada pendonor, sehingga yang donor agak berkurang. Selain itu, faktor cuaca hujan juga cukup berpengaruh,” jelasnya.
Tingginya curah hujan di wilayah Tulungagung disebut berdampak langsung pada jumlah kunjungan pendonor, baik yang datang langsung ke kantor PMI maupun melalui layanan jemput bola. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat sebagian masyarakat menunda aktivitas donor darah.
Saat ini, rata-rata jumlah pendonor setiap hari berada di kisaran 60 orang. Dengan capaian tersebut, PMI menilai kondisi stok belum dalam tahap mengkhawatirkan, namun tetap perlu diantisipasi menjelang Ramadan.
“Kalau dengan stok seperti ini, mengkhawatirkan sih enggak. Tapi sudah kami rencanakan, kalau sampai puasa nanti tidak mencukupi, mungkin kita buka malam hari,” terang dr. Rukmi.
Ia menambahkan, PMI berencana memperpanjang jam operasional hingga malam hari selama Ramadan. Jika biasanya pelayanan berakhir pukul 21.00, nantinya akan diperpanjang hingga pukul 22.00. Selain itu, layanan donor darah juga direncanakan dibuka setelah salat tarawih.
“Mulainya mungkin sekitar jam 19.00 setelah tarawih. Di luar gedung juga akan kita maksimalkan selain pelayanan di sini yang diperpanjang jamnya,” jelasnya.
Terkait golongan darah yang paling banyak dibutuhkan, dr. Rukmi menyebut tidak ada golongan darah tertentu yang selalu mendominasi kebutuhan. Permintaan darah bergantung pada kondisi pasien di rumah sakit dan komposisi populasi golongan darah di masyarakat.
“Enggak mesti. Kadang golongan darah B, kadang O. Tergantung kebutuhan. Kalau golongan darah AB memang populasinya kecil, jadi kebutuhannya juga tidak sebanyak yang lain,” pungkasnya.
PMI Tulungagung pun mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat untuk tetap rutin mendonorkan darahnya, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan, guna memastikan ketersediaan darah tetap aman bagi pasien yang membutuhkan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

