Jelang Iduladha, Jasa Asah dan Pembuatan Pisau di Jombang Banjir Pesanan
Permintaan asah dan pembuatan pisau untuk kebutuhan Hari Raya Kurban meningkat.
JOMBANG, SJP—Menjelang Hari Raya Iduladha 2025 atau Hari Raya Kurban, pelaku jasa asah dan pembuatan pisau di Jombang mengalami banyak permintaan asah pisau. Permintaan melonjak drastis. Bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
Pengakuan banyaknya permintaan jasa asah pisau disampaikan Nurkholis, seorang anggota juru sembelih halal (juleha) sekaligus pengrajin pisau asal Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang.
"Kalau Iduladha ini peningkatannya bisa 100 sampai 200 persen," ucap Nurkholis kepada wartawan, Jumat (16/5/2025).
Menurut Kholis, beberapa minggu jelang Hari Raya Iduladha biasanya jasa yang paling banyak dicari adalah asah pisau untuk sembelih, jasa boning atau pemisahan daging dari tulang, dan jasa sisit atau pengulitan.
Berikut permintaan untuk pesanan pembuatan pisau baru untuk alat penyembelihan hewan kurban. Nurkholis mengaku tengah menyelesaikan pisau pesanan dari warga.
"Kalau pisau yang diasah itu sudah tidak terhitung jumlahnya. Tahun ini hampir 100 bilah pisau. Jenis pisau yang paling banyak diasah adalah pisau sembelih, sisit, dan boning," bebernya.
Proses pengasahan yang dilakukan Nurkholis cukup detail. Dia menggunakan ampelas keramik dengan berbagai tingkat kekasaran atau grit. Mulai dari grit 100 untuk pembentukan awal, grit 40–60 untuk membentuk bevel atau sudut tajam, hingga grit 150 dan 240 untuk pengasahan lebih lanjut.
"Tahap akhir menggunakan poles dari kain jeans untuk menghaluskan dan mempertajam mata pisau," ujarnya.
Terkait harga pembuatan pisau, Nurkholis menjelaskan, tarifnya bervariasi tergantung pada bahan baku, ukuran, dan model. Kisaran harganya antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu. Perbedaan bahan, seperti per kendaraan dan bering, juga memengaruhi kualitas dan harga pisau.
"Yang belum ambil tinggal dua pisau sembelih. Kalau pisau sisit kemarin sudah lumayan banyak yang diambil, sekitar 15 sampai 20," bebernya.
Dalam pembuatan pisau sembelih, Nurkholis biasanya menggunakan ukuran 30 sentimeter karena banyak diminati oleh takmir masjid, juru sembelih langganan, dan modin kampung.
Sementara untuk pisau sisit, ukuran standarnya adalah 12–13 sentimeter, dan pisau boning berukuran 11–13 sentimeter dengan desain yang lebih ramping.
Untuk pesanan pisau yang dijual, Nurkholis mengakui tahun ini jumlahnya tidak terlalu banyak. Namun, beberapa pesanan dari Jakarta dan Surabaya sudah diterima dan dikirim.
Kebanyakan yang datang ke lokasi pembuatan dan asah pisau tempatnya adalah takmir masjid dan panitia kurban. Bukan hanya dari Kecamatan Jombang, permintaan jasa juga dari kecamatan tetangga. Seperti Sumobito, Diwek, dan Kabuh.
"Bahkan, pesanan juga datang dari luar kota. Seperti Surabaya dan Jakarta," tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

