Ini Langkah Pemkab Jombang Wujudkan Produksi Beras 200 Ribu Ton di Tahun 2025
Ada kenaikan target produksi beras di Tahun 2025 sebesar 2.400 ton untuk kebutuhan konsumsi pangan warga Jombang.
JOMBANG, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang tengah gencar meningkatkan produksi beras untuk mendukung program swasembada pangan.
Produksi beras yang awalnya di tahun 2024 sebesar kurang lebih 197.600 ton, ditargetkan pada tahun 2025 menembus angka 200 ribu ton. Ada target kenaikan 2.400 ton beras untuk kebutuhan konsumsi pangan warga Jombang.
Melalui Bupati Jombang, Warsubi mengatakan, untuk mencapai target dimaksud ada sejumlah langkah akan dilakukan. Di antaranya menambah luasan lahan pertanian dari 79.000 hektare menjadi 81.251 hektare.
"Untuk mencapai target tersebut, kami bekerja sama dengan beberapa pihak, di antaranya Perhutani untuk membuka lahan pertanian di kawasan kering. Dan juga kami juga melibatkan TNI-Polri untuk perluasan lahan dan peningkatan produksi tersebut," ungkap bupati, saat kegiatan panen raya padi di Desa Plosogeneng, Jombang, Senin (7/4/2025).
Langkah selanjutnya dengan terus berupaya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi melalui program Optimasi Lahan (Oplah). Dimana Oplah adalah upaya untuk mengoptimalkan potensi lahan dengan meningkatkan infrastruktur irigasi dan percepatan olah tanah.
"Kabupaten Jombang pada tahun ini, ditargetkan melaksanakan program Oplah seluas 2.511 hektare, yang diharapkan akan mampu meningkatkan areal pertanaman padi seluas 2.511 hektare," ungkap Warsubi.
Di Kabupaten Jombang terdapat 21 Kecamatan yang akan menjadi daerah dengan sasaran perluasan lahan tanam padi. Di mana semua wilayah bisa sejalan untuk memaksimalkan lahan tanam yang sudah ada dan menambah luasan lahan tanam.
Dengan begitu, diharapkan Kabupaten Jombang mampu membantu Pemprov Jatim yang ditargetkan memproduksi gabah sekira 12 juta ton pada tahun 2025 ini.
Selain memperluas lahan pertanian, Pemkab Jombang juga tengah memastikan sistem pengairan sawah berjalan secara maksimal. Langkah yang ditempuh dengan meningkatkan irigasi perpompaan (Irpom).
"Program ini, diharapkan bisa menciptakan sumber-sumber air baru, baik dari air permukaan (Sungai) maupun dari air tanah," ujarnya.
Pada tahun 2024, telah dibangun 94 unit Irpom dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan taksiran menyumbang penambahan areal tanam seluas 940 hektare. Selanjutnya penambahan Irpom di tahun 2025 sebanyak 10 menit. Dimana kalkulasinya bisa menambah luasan areal tanam seluas 100 hektare.
"Sedangkan pada tahun 2025 juga akan dibangun 20 Irpom (APBD) yang diharapkan dapat menyumbang penambahan areal seluas 200 hektar," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

