Imbas Pembongkaran 20 Makam, Nanto Diminta Ganti Rugi dan Dicopot dari Jabatan

Tuntutan pencopotan jabatan dan kewajiban ganti rugi tersebut, warga Dusun Sumbersari menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal teknis penataan makam, melainkan menyangkut etika, musyawarah, dan penghormatan terhadap ahli waris

25 Feb 2026 - 18:03
Imbas Pembongkaran 20 Makam, Nanto Diminta Ganti Rugi dan Dicopot dari Jabatan
Musyawarah warga Giripurno untuk yang menuntut pertanggungjawaban pelaku pembongkaran makam

KOTA BATU, SJP – Dampak pembongkaran dan penggeseran sekitar 20 makam di TPU Dusun Sumbersari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, terus bergulir. Gelombang keberatan warga menguat setelah forum musyawarah digelar untuk merespons peristiwa yang disebut sebagai kejadian kedua tanpa persetujuan masyarakat.

Kepala Dusun Sumbersari, Istiyah pada Rabu (25/2/2026) mengungkapkan bahwa terdapat forum di mana warga secara tegas meminta agar Nanto diberhentikan dari jabatan juru kunci makam. Dua nama lain, yakni Muslimin dan Sukari, juga diminta dicopot sebagai bagian dari pertanggungjawaban atas polemik yang terjadi.

“Dalam forum itu warga meminta agar ketiganya diberhentikan sebagai juru kunci. Ini sudah kejadian kedua dan tidak pernah dimusyawarahkan dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain tuntutan pencopotan jabatan, forum warga juga menyepakati bahwa Nanto wajib mengganti seluruh kerusakan akibat pembongkaran tersebut. Ia diminta mengembalikan nisan makam ke posisi semula serta memulihkan kondisi makam seperti sebelum terjadi penggeseran.

Menurut Istiyah, keputusan itu merupakan hasil kesepakatan bersama sebagai bentuk sikap tegas warga. Terlebih, aktivitas di area pemakaman dinilai menyangkut sensitivitas dan penghormatan terhadap keluarga yang dimakamkan.

"Warga, juga menginginkan kejelasan tanggung jawab agar persoalan tidak berlarut-larut dan tidak memicu keresahan baru. Apalagi, peristiwa serupa disebut pernah terjadi sebelumnya, sehingga memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman untuk memastikan situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi konflik lanjutan. Aparat juga berupaya menjaga stabilitas di lingkungan warga pascapolemik tersebut. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow