Emil Dardak Pastikan Percepatan Pembangunan Ulang Jembatan Sentong Bondowoso

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan pembangunan ulang Jembatan Sentong Bondowoso dipercepat setelah amblas. Proyek senilai Rp17,5 miliar dengan lebar 14 meter ditargetkan dimulai bulan Ramadan dan rampung dalam delapan bulan.

25 Feb 2026 - 14:05
Emil Dardak Pastikan Percepatan Pembangunan Ulang Jembatan Sentong Bondowoso
Emil Dardak saat meninjau lokasi amblasnya jembatan Sentong bersama Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan pembangunan ulang Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso akan segera dipercepat menyusul kondisi jembatan yang amblas dan dinyatakan tidak lagi layak dilalui.

Hal tersebut disampaikan Emil saat meninjau langsung lokasi amblasnya Jembatan Sentong pada Rabu (25/2/2026). Ia hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan berdialog dengan warga terdampak.

Menurut Emil, inisiatif pembangunan ulang jembatan sebenarnya sudah dirancang sejak beberapa tahun terakhir oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur. Perencanaan tersebut mencakup penganggaran hingga proses lelang untuk membangun jembatan baru dengan spesifikasi yang lebih kuat dan lebih lebar.

“Rekan-rekan di PU sudah mengambil langkah inisiatif untuk merancang, menganggarkan, dan melelang pembangunan ulang jembatan ini dengan spesifikasi lebih kuat menggunakan balok girder. Lebarnya juga akan diperluas dari 9 meter menjadi 14 meter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi jembatan lama yang diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad memang sudah rapuh. Peristiwa amblasnya jembatan, menurutnya, semakin membuktikan urgensi pembangunan ulang secara total.

“Ini sudah terbukti bahwa jembatan ini rapuh karena usianya lebih dari satu abad. Justru dengan kondisi seperti ini, kita bisa bergerak cepat karena proses administrasi sudah berjalan. Tinggal penandatanganan kontrak, dan estimasi pelaksanaan sekitar delapan bulan,” tegasnya.

Meski demikian, Emil menekankan bahwa percepatan proyek tidak boleh mengorbankan kualitas dan aspek keselamatan konstruksi.

“Mutu dan keselamatan nomor satu. Jangan diburu-buru lalu kualitasnya tidak kokoh. Ini pembangunan jembatan dengan bentang 50 meter yang membutuhkan presisi tinggi,” katanya.

Akses Ditutup Total

Dalam kesempatan itu, Emil juga menegaskan bahwa selama proses pembangunan berlangsung, Jembatan Sentong tidak bisa dilalui sama sekali, termasuk oleh pejalan kaki.

Ia memahami adanya usulan warga agar dibuatkan jembatan darurat di sisi jembatan lama, bahkan sekadar jembatan bambu. Namun menurutnya, hal itu berisiko tinggi.

“Bentangnya 50 meter, membangun jembatan darurat itu sangat berbahaya. Selain itu, kalau dibangun persis di samping, jembatan baru ini akan dilebarkan. Saat pelaksanaan nanti harus dilakukan penggalian, sehingga otomatis memang sama sekali tidak bisa dilalui,” jelasnya.

Ia mengapresiasi sikap warga yang dinilai kooperatif dan memahami kondisi darurat tersebut.

“Alhamdulillah masyarakat luar biasa mau memahami. Ini memang menimbulkan kesulitan sementara, pengorbanan sementara. Tapi pengorbanan delapan bulan ini akan dijawab dengan jembatan yang kokoh dan lebar untuk jangka waktu sangat panjang,” ujarnya.

Dimulai Lebih Awal dari Rencana

Semula, proyek pembangunan direncanakan dimulai pada April 2026 dengan asumsi jembatan lama masih bisa digunakan hingga waktu tersebut. Namun karena kini harus ditutup total, Pemprov Jatim mendorong agar pelaksanaan dimulai lebih cepat.

“April itu dengan asumsi jembatan masih bisa dilalui sampai menunggu April. Sekarang sudah harus ditutup. Untuk mengurangi kesulitan warga, sebaiknya dimulai lebih awal,” kata Emil.

Ia berharap penandatanganan kontrak dan pelaksanaan fisik proyek bisa dimulai pada bulan Ramadan tahun ini, tanpa melanggar kaidah teknis konstruksi.

Pembangunan ulang Jembatan Sentong ini menelan anggaran sekitar Rp17,5 miliar. Emil berharap jembatan baru nantinya menjadi infrastruktur yang kokoh dan membanggakan masyarakat Bondowoso, bahkan dapat bertahan hingga satu abad ke depan.

“Mudah-mudahan terbangun dengan kokoh dan menjadi aset kebanggaan masyarakat Bondowoso Kota untuk satu abad ke depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow