Tumpukan Sampah Liar Menghampar di Pinggir Jalan Nganjuk, Warung Kuliner Sepi Pelanggan
Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah yang didominasi oleh limbah rumah tangga tersebut kini mulai membusuk dan menebar bau menyengat. Dampaknya, para pemilik usaha kuliner di sekitar lokasi mulai menjerit karena kehilangan pelanggan.
NGANJUK, SJP–Masalah klasik pembuangan sampah sembarangan kembali mengusik kenyamanan warga Kabupaten Nganjuk. Kali ini, sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar tampak mengular dan menumpuk di pinggir jalan kawasan Dusun Pugruk, Desa Pesudukuh, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.
Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah yang didominasi oleh limbah rumah tangga tersebut kini mulai membusuk dan menebar bau menyengat. Dampaknya, para pemilik usaha kuliner di sekitar lokasi mulai menjerit karena kehilangan pelanggan.
Berikut adalah laporan mendalam mengenai kronologi, dampak, serta respons pemerintah terkait kondisi di lapangan yang berhasil dihimpun pada Senin (6/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah plastik dalam berbagai ukuran berserakan di sepanjang bahu jalan beton. Lokasi pembuangan liar ini berada tepat di bawah rimbunan pohon bambu dan bersebelahan langsung dengan area persawahan warga.
Ironisnya, aktivitas pembuangan sampah ilegal ini terjadi tepat di samping papan imbauan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Papan tersebut dengan jelas memuat larangan keras untuk tidak membuang sampah di area sempadan sungai. Namun, aturan tersebut tampaknya diabaikan begitu saja oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
Keberadaan sampah yang kian menggunung ini memicu keluhan berat dari warga setempat, khususnya para pemilik warung makan yang menggantungkan hidup dari pengguna jalan yang melintas. Aroma busuk yang menusuk hidung membuat para pelanggan enggan berhenti untuk makan.
"Aroma tidak sedapnya sangat mengganggu. Pelanggan jadi enggan mampir, dan omzet kami turun drastis," keluh salah satu pemilik warung di sekitar lokasi.
Warga menilai, selama ini belum ada tindakan konkret atau perhatian serius dari pihak berwenang untuk membersihkan maupun mensterilkan kawasan tersebut dari para pembuang sampah nakal.
Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aksi buang sampah sembarangan ini sudah berlangsung lama. Menurutnya, perilaku buruk ini dipicu oleh tidak adanya fasilitas pembuangan sampah yang layak di desa mereka.
"Itu sudah berlangsung lama. Intinya warga membutuhkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang resmi, sedangkan di lingkungan sini memang tidak ada tempatnya. Karena bingung mau dibuang ke mana, akhirnya jalan ini yang jadi sasaran," ungkap warga tersebut.
Menanggapi keluhan yang meresahkan warga ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Sujito, langsung angkat bicara. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (6/7/2026), Sujito memastikan pihaknya akan segera bergerak.
"Segera kami tangani. Kami memohon maaf karena dalam beberapa hari ini anggota di DLH sedang padat kegiatan. Saya sudah instruksikan tim untuk segera menindaklanjuti keluhan ini di lapangan," kata Sujito.
Sujito tidak menampik bahwa DLH saat ini menghadapi kendala keterbatasan personel di lapangan, sementara volume titik sampah yang harus ditangani sangat banyak. Di hari yang sama, petugas DLH juga harus membagi fokus untuk menangani kebersihan di beberapa lokasi strategis lainnya.
"Banyak titik yang harus kami tangani, dan jumlah anggota DLH memang belum maksimal. Hari ini, selain penanganan sampah rutin, kami juga harus turun langsung menangani kebersihan di kawasan Bendungan Semantok, Rejoso," tambahnya.
Untuk menghentikan kemunculan TPS liar secara permanen, Sujito menegaskan bahwa penanganan sampah di tingkat desa tidak bisa hanya mengandalkan petugas DLH. Diperlukan sinergi dan komitmen kuat antara tiga elemen: kesadaran masyarakat, pemerintah desa, dan DLH.
Sebagai langkah awal, DLH akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pesudukuh untuk mengecek kondisi riil di Dusun Pugruk sekaligus menjadwalkan armada pengangkut sampah ke lokasi tersebut.
"Kami mengimbau dengan sangat keras kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah di pinggir jalan. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan kita semua," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

