Cuaca Buruk dan Air Pasang di Pantai Sine Tulungagung, Wisata Masih Aman Tapi Pengunjung Harus Waspada
Cuaca buruk menyebabkan air laut pasang dan ombak besar di Pantai Sine Tulungagung. Selain tantangan cuaca pengelola wisata juga dihadapkan dengan persoalan jalan rusak, sehingga jumlah wisatawan mengalami penurunan.
TULUNGAGUNG, SJP – Cuaca buruk yang melanda kawasan Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, sejak Rabu (25/6/2025) menyebabkan gelombang tinggi dan air laut pasang.
Puncaknya terjadi pada Jumat (27/6), saat air laut sempat naik hingga ke area parkir pantai. Meski begitu, air tidak sampai masuk ke permukiman warga.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Sine Cemoro Sewu, Yoni Siswanto, mengatakan kondisi tersebut memang cukup mengkhawatirkan, terutama bagi para nelayan dan pengunjung pantai.
"Sudah hampir tiga bulan para nelayan tidak melaut karena cuaca buruk. Angin kencang dan ombak tinggi sangat berisiko," ujarnya, Jumat (27/6/2025).
Meski diterpa cuaca ekstrem, kegiatan wisata di Pantai Sine hingga kini masih berjalan. Namun, pihak pengelola mengimbau para pengunjung untuk lebih berhati-hati.
"Wisata masih aman, tapi kami minta pengunjung tidak berenang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tambah Yoni.
Selain tantangan cuaca, kunjungan wisata ke Pantai Sine juga menurun drastis dalam setahun terakhir. Yoni menyebut, jumlah pengunjung turun hingga 50 persen. Hal ini disebabkan oleh kondisi jalan menuju pantai Sine yang rusak parah akibat dampak pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS).
"Sekarang rata-rata pengunjung harian hanya sekitar 50 sampai 100 orang. Kalau hari libur bisa naik jadi 300 sampai 400 orang. Tapi angka itu masih jauh dibanding sebelum jalan rusak," jelasnya.
Yoni berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan menuju Pantai Sine agar sektor pariwisata bisa kembali bangkit dan mendukung perekonomian warga sekitar.
"Kami berharap perbaikan jalan segera dilakukan. Pantai Sine punya potensi besar, tapi akses yang sulit membuat wisatawan enggan datang," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

