Harga Gabah Rp6.500 Per Kilogram, Panen Padi di Batu Menggeliat
Kepala Distan-KP Heru Yulianto mengatakan hasil panen petani juga terserap oleh Perum Bulog sehingga pasar lebih terjamin. Dengan demikian, petani bisa tetap meraih keuntungan dan kesejahteraan lebih baik.
KOTA BATU, SJP – Panen padi di Kota Batu terus menunjukkan tren positif. Meski peningkatannya tidak terlalu signifikan, petani kini lebih bersemangat menanam karena adanya kepastian harga gabah dari pemerintah melalui kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp6.500 per kilogram gabah basah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu, Heru Yulianto pada Senin (18/8/225) menyebut bahwa jaminan harga tersebut membuat petani lebih percaya diri dan tidak lagi bergantung pada tengkulak. Selain itu, sebagian lahan sawah di Kota Batu kini mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun.
“Produksi padi meningkat karena lahan tanam bertambah. Petani yang sebelumnya hanya bisa panen sekali atau dua kali, sekarang bisa sampai tiga kali. Dengan harga Rp6.500 per kilogram gabah basah, petani punya kekuatan untuk menolak harga rendah dari tengkulak,” ujarnya.
Heru menambahkan, hasil panen petani juga terserap oleh Perum Bulog sehingga pasar lebih terjamin. Dengan demikian, petani bisa tetap meraih keuntungan dan kesejahteraan lebih baik.
Ia juga menegaskan , keberadaan harga standar gabah dan jaminan serapan dari Bulog menjadi faktor penting dalam mendorong produktivitas petani.
“Kalau harga jelas dan ada yang menyerap, semangat petani otomatis naik. Inilah yang membuat panen padi di Batu kian menggeliat,” bebernya
Diwawancarai secara terpisah, Kepala Desa Pendem Tri Wahyono Effendi, mengungkapkan bahwa hasil panen terakhir mencapai rata-rata delapan ton per hektar mengingat tempatnya merupakan lumbung padi terbesar di Kota Batu.
“Sekarang sebagian petani sudah mulai tanam lagi, dan diperkirakan panen berikutnya bulan November. Kalau musim tanam mendukung, bisa sampai tiga kali panen meski tidak serentak di setiap dusun,” jelas pria yang akrab disapa Pendik tersebut.
Di Desa Pendem terdapat empat dusun dengan total lahan sawah sekitar 160 hektare. Dari luasan tersebut, produksi padi rata-rata bisa mencapai 2,2 juta ton per tahun. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

