Harga Gabah Naik, Wali Kota Batu Janji Dekatkan Petani dengan Bulog

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi petani di Kota Batu yang selama ini masih menjual gabah dengan harga sekitar Rp6.000 per kilogram.

05 Mar 2025 - 17:29
Harga Gabah Naik, Wali Kota Batu Janji Dekatkan Petani dengan Bulog
Petani sedang menggarap ladangnya di kawasan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP Kabar baik datang untuk para petani padi setelah Presiden Prabowo Subianto menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mencegah mereka menjual hasil panen dengan harga rendah kepada tengkulak.

Menanggapi kebijakan ini, Wali Kota Batu, Nurochman mengaku akan segera menindaklanjuti keputusan tersebut dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi angin segar bagi petani di Kota Batu yang selama ini masih menjual gabah dengan harga sekitar Rp 6.000 per kilogram.

"GKP ini akan segera kami tindak lanjuti dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kota Batu. Tentu hal ini menjadi angin segar bagi petani karena harga saat ini masih Rp 6.000 per kilogram," ujarnya, Rabu (5/3/2025).

Lebih lanjut, dia menyoroti permasalahan petani yang masih bergantung pada tengkulak untuk menjual hasil panen mereka.

Menurutnya, banyak petani kesulitan mengakses pasar yang lebih menguntungkan. Termasuk bekerja sama dengan Perum Bulog.

Oleh karena itu, pemerintah daerah akan segera mencari solusi agar petani dapat menjual hasil panennya langsung ke Bulog dengan harga yang lebih baik.

"Kami juga akan segera menindaklanjuti keluhan petani agar bisa bekerja sama dengan Bulog. Karena sampai saat ini banyak petani yang masih menjual hasil panennya kepada tengkulak," imbuhnya.

Pemerintah pusat sendiri telah menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani dengan menetapkan harga gabah yang layak.

Dengan harga Rp 6.500 per kilogram, diharapkan petani tidak lagi mengalami kerugian akibat permainan harga di pasar.

Selain itu, pemerintah juga berencana menerbitkan regulasi yang mewajibkan Perum Bulog dan pihak swasta membeli gabah sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.

Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjaga stabilitas produksi beras nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dengan adanya jaminan harga yang lebih baik, diharapkan petani semakin semangat dalam meningkatkan produksi mereka.

Kenaikan harga gabah ini menjadi harapan baru bagi petani padi di berbagai daerah. Termasuk di Kota Batu. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan pusat, kesejahteraan petani bisa meningkat, dan sektor pertanian Indonesia semakin maju serta berdaya saing tinggi. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow