Puncak Keroncong SVARANUSA 2025 Sukses Digelar, Wali Kota Blitar Dukung Ekosistem Seni dan Budaya
Keroncong SVARANUSA 2025 digelar Kementerian Kebudayaan dan didukung penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.
KOTA BLITAR, SJP - Alunan musik keroncong menggema di Bumi Bung Karno pada Sabtu (13/9/2025) malam dalam perhelatan berskala nasional Keroncong SVARANUSA 2025.
Ribuan pengunjung menikmati alunan musik keroncong yang menjadi warisan budaya Indonesia. Keroncong SVARANUSA 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan RI ini berlangsung di Alun-Alun Kota Blitar dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, tema yang diusung pada puncak Keroncong SVARANUSA 2025 adalah "Bhineka Tunggal Irama" dan ungkapan ini bukan hanya sekedar permainan kata.
Tetapi, sebagai ungkapan yang cerdas yang membawa semboyan kebangsaan ke dalam panggung musik. Setiap instrumennya memiliki karakter berbeda dan ketika dimainkan bersama akan menghasilkan harmoni yang syahdu.
"Tema yang diusung Bhineka Tunggal Irama, merupakan ungkapan yang sangat cerdas dan mendalam. Ini cerminan bangsa kita, yang terdiri dari ratusan suku, ribuan bahasa, dan beragam budaya. Meski berbeda-beda tetap berpadu dalam satu irama kebangsaan," kata Syauqul Muhibbin, Ahad (14/9/2025).
Pria yang akrab disapa Mas Ibbin menerangkan, bahwa musik keroncong adalah suara cinta tanah air dan budaya. Puncak Keroncong SVARANUSA 2025 sengaja diselenggarakannya di Kota Blitar yang merupakan kota sejarah dan tempat disemayamkan Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. Artinya, kegiatan ini tidak hanya sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana regenerasi.
Dengan sukses terselenggaranya Keroncong SVARANUSA 2025, Mas Ibbin berkomitmen menjadikan festival atau berbagai event sebagai ekosistem seni dan budaya. Artinya, ia mendukung berbagai event seni dan budaya agar warisan ini tidak sampai putus di tengah jalan.
"Kami dari Pemkot Blitar berkomitmen mendukung ekosistem seni dan budaya. Kami ingin bangun itu dengan cara menghadirkan berbagai event di Kota Blitar. Acara seperti ini memperkaya batin kita sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif," ucapnya.
Puncak Keroncong SVARANUSA 2025 di Kota Blitar berlangsung spesial, karena dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Pada kesempatan itu, turut diberikan penghargaan kepada sejumlah maestro musik keroncong di tanah air.
Seperti, Waldjinah, Sundari Soekotjo, dan Tuti Maryati. Secara tidak langsung, momen bersejarah ini sebagai bukti penegasan bahwa musik keroncong masih mengalun, dan menjadi penghormatan bagi para penjaga tradisi.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon juga menyampaikan bahwa Keroncong SVARANUSA 2025 merupakan pengingat bagi masyarakat bahwa musik keroncong menjadi bagian dari perjalanan bangsa.
Fadli menyebut, lagi Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Supratman pertama kali direkam dalam format keroncong pada tahun 1928.
"Saya rasa banyak tidak tahu, kalau musik keroncong itu bagian dari perjalanan bangsa. Lagi Indonesia Raya itu pertama kali direkam dengan formal keroncong," ujarnya.
Tak lupa Fadli Zon juga mengingatkan masyarakat tentang amanat Pasal 32 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa anegara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Artinya, budaya adalah harta yang sejati dan akan tetap lestari sepanjang ada manusianya.
"Masa depan ekonomi dunia akan bertumpu pada culture creative industry. Keroncong, dengan sentuhan teknologi, bisa menembus pasar global. Kami berharap Blitar yang menjadi tuan rumah pada kegiatan kali ini, bisa mengembangkan keroncong sebagai ekosistem budaya dan ekonomi kreatif," imbuhnya. (***)
Editor: Danu S
What's Your Reaction?

