Harga Cabai di Jombang Rp 100 Ribu Per Kg, Penjual Rujak Naikkan Harga Jika Tambah Pedas
Kenaikan harga cabai memaksa pelaku usaha kuliner rujak menaikkan harga jika pelanggan meminta tambahan rasa pedas.
JOMBANG, SJP - Hargai Cabai di wilayah Kabupaten Jombang masih terbilang pedas. Harga menggila, hingga tembus di atas Rp 100 ribu. Kenaikan harga cabai sudah terjadi sekira satu minggu belakangan.
Harga cabai yang melambung tinggi dirasakan pengusaha kuliner yang menggunakan bahan cabai sebagai salah satu bumbu utama.
Roni Irawan (43) pemilik warung Rujak River Side di Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Jombang tidak kaget dengan kenaikan harga komoditas cabai di pasaran.
"Kemarin sampai Rp 120 ribu, sekarang sudah Rp 106 ribu," kata Roni kepada wartawan, Senin (13/1/2024).
Pria yang mewarisi berjualan rujak dari orang tuanya sejak 5 tahun lalu itu, setiap hari mengaku membeli cabai di pasar. Kenaikan sudah terjadi seminggu yang lalu dan dirinya tidak mengetahui faktor penyebab hargai cabai naik drastis.
"Naik Rp 10 - 30 ribu, paling parah satu minggu terakhir," ungkap Roni.
Istri Roni, Sri Ambarwati (40) memastikan kenaikan cabai terjadi secara bertahap. Dari harga semula Rp 80 ribu, hingga puncak harga, Minggu (12/1/2025) kemarin hingga di harga Rp 150 ribu per kilogram.
"Kami merasakan kenaikan, mau gak mau menaikkan harga jual rujak jika pelanggan minta yang rasa pedas," kata Ambar akrab disapa.
Ambar mengaku memang tidak ada penurunan permintaan rujak. Pelanggan masih tetap membeli di lapaknya, tetap harga jual tiap porsi Rp 8 ribu.
"Jika nambah cabai 5 biji lebih, nambah harga seribu rupiah," bebernya.
Ambar bersama Roni pun berharap jika harga cabai bisa kembali stabil. Mengingat kebutuhan cabai untuk kuliner rujak menjadi faktor utama.
"Kalau gak ada cabainya kasihan pelanggan yang pesan rasa pedas," harapnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

