Dalam Sepekan PMK di Jombang Capai 536 Kasus, Penutupan Pasar Hewan Masih Dibahas

Pemkab Jombang terkesan lamban tangani penyakit PMK hingga angka kasus meningkat hanya dalam hitungan hari.

13 Jan 2025 - 19:03
Dalam Sepekan PMK di Jombang Capai 536 Kasus, Penutupan Pasar Hewan Masih Dibahas
Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Jombang Mochammad Shaleh. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Hanya dalam hitungan hari, Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Kabupaten Jombang sudah tembus diangka 536 kasus. Penambahan kasus sapi terjangkit PMK diakui oleh Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Kabupaten Jombang, Mochammad Shaleh. 

Angka sapi terjangkit penyakit PMK pada Senin (6/1/2025), merupakan akumulasi dari data per Desember 2024 sebanyak 282 kasus dan 41 kasus di awal Januari 2025.

Jadi, total kasus sapi terjangkit PMK di Jombang mencapai 323 ekor. Dimana 31 ekor terpaksa disembelih dan 11 ekor lainnya mati. 

Hari ini Senin (13/1/2024), angka sapi terjangkit PMK mengalami peningkatan hingga 536 ekor. Terperinci ada 23 ekor sapi mati, 65 ekor sapi terpaksa harus dipotong dan sisanya sebanyak 254 ekor sapi kondisinya masih sakit, dan 193 sapi dinyatakan bebas PMK alias sembuh. 

"Kami masih melakukan upaya untuk menekan persebaran PMK ini dengan melakukan penyemprotan di beberapa titik pasar hewan," kata M Shaleh saat dikonfirmasi wartawan, pada Senin (13/1/2025).

Karena Jumlah sapi terjangkit terus bertambah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tengah menggodok kebijakan penutupan pasar hewan yang ditengarahi sebagai lokasi transaksi kontak persebaran virus PMK. 

"Sudah kami bahas dan kami juga sudah melaporkan ke Bupati Jombang terkait langkah penutupan pasar hewan, karena memang untuk menutup pasar hewan, dibutuhkan surat keputusan bupati," terangnya. 

Selain megajukan penutupan pasar hewan, pihak Dinas Peternakan dan Perikanan tengah mengajukan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) diperuntukkan pengadaan vaksin PMK. 

"Untuk kebutuhan saat ini memang sekitar Rp 1 miliar. Dan itu sudah kita ajukan," pungkasnya. 

Sebelumnya, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Anas Burhani mewanti - wanti Dinas Peternakan setempat harus sigap dalam mengantisipasi persebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kota Santri. 

Pernyataan ini menyusul merebaknya penyakit PMK pada hewan ternak sapi pada akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025 ini. Di mana ada 323 ekor sapi terjangkit PMK, 11 di antaranya dinyatakan mati. 

"Jangan sampai antisipasi lambat yang berdampak pada semakin luas persebaran virus PMK," tandas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow