Taruna Makmur Jadi Cara Jitu Petrokimia Gresik Perkuat Regenerasi Petani Muda

Puluhan taruna makmur PT Petrokimia Gresik diberangkatkan dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sebagai upaya mendukung program regenerasi petani di Indonesia.

02 Jul 2025 - 17:11
Taruna Makmur Jadi Cara Jitu Petrokimia Gresik Perkuat Regenerasi Petani Muda
Para Taruna Makmur PT Petrokimia Gresik jelang keberangkatan ke berbagai daerah sebagai upaya mendukung program regenerasi petani di Indonesia. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP—Program sekolah makmur yang diinisiasi Petrokimia Gresik mengalami peningkatan jumlah rekrutmen setiap tahunnya. Pada Batch VII ini, Petrokimia Gresik berhasil merekrut sebanyak 54 taruna makmur dari berbagai institusi pendidikan untuk diterjunkan ke sejumlah daerah sebagai upaya mendukung program regenerasi petani di Indonesia.

Senior Vice President (SVP) Umum Petrokimia Gresik, Waluyo Sirdjo mengatakan, puluhan taruna makmur mahasiswa Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan) tersebut diberangkatkan dari Gresik ke berbagai daerah di Indonesia beberapa waktu lalu.

Mereka diterjunkan sebagai tenaga pendamping pertanian dalam program Wirakarya Taruna Makmur.

"Regenerasi petani menjadi tantangan besar dalam keberlangsungan pertanian Indonesia. Untuk itu, Petrokimia Gresik tidak hanya berperan dalam menyediakan agroinput berkualitas, tetapi juga aktif mendorong penguatan sumber daya manusia pertanian," kata Waluyo, Rabu (2/6/2025).

Dia menjelaskan, regenerasi petani muda saat ini menjadi tantangan bersama di sektor pertanian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, rumah tangga usaha pertanian (RTUP) jumlahnya terus menurun. Selain itu, mayoritas pelaku sektor pertanian masih didominasi oleh kelompok usia lanjut.

Dia mengungkapkan, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia. Sektor ini juga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Petrokimia Gresik pun menginisiasi program Sekolah Makmur merekrut mahasiswa aktif Polbangtan menjadi taruna makmur dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa aktif untuk magang sebagai tenaga agronomis lapangan.

"Sekaligus memperkuat peran kawalan budi daya pertanian demi peningkatan produktivitas dan regenerasi petani muda di Indonesia," jelasnya. 

Waluyo menerangkan, program sekolah makmur yang dimulai tahun 2022 diikuti tingginya antusias mahasiswa. Para taruna akan menjalani proses pemagangan dan pendampingan petani selama enam bulan di berbagai wilayah.

Peran mereka sangat penting sebagai field agronomist muda yang turut menjembatani adopsi inovasi teknologi dan penguatan administrasi budidaya di tingkat petani.

"Kami berharap para taruna makmur ini juga menginisiasi generasi muda Indonesia lainnya untuk berperan aktif memajukan sektor pertanian yang potensinya luar biasa besar jika dikembangkan dengan tepat," tutup Waluyo. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow