Harga Bahan Pokok Melonjak di Pulau Bawean, Pemkab Gresik Janjikan Pasar Murah

Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting di Kantor Bupati Gresik, terkait permasalahan ketimpangan pasokan dan harga bahan pokok di Pulau Bawean. Hasilnya, Pasar Murah bakal digelar untuk stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok tersebut.

11 Sep 2025 - 17:34
Harga Bahan Pokok Melonjak di Pulau Bawean, Pemkab Gresik Janjikan Pasar Murah
Foto: Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjanjikan pagelaran pasar murah guna stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok di Pulau Bawean. 

Kondisi tersebut harus dilakukan karena distribusi pasokan bahan pokok ke Pulau Bawean terganggu imbas cuaca buruk. Sejuk harga bahan pokok pun melonjak berkali-kali lipat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, mengatakan menjelaskan bahwa selain cuaca buruk, tidak beroperasinya kapal KMP Gili Iyang juga menjadi faktor utama terganggunya pasokan.

Kapal yang menjadi tumpuan utama distribusi kebutuhan pokok ke Bawean tersebut terbakar beberapa waktu lalu dan masih dalam tahap perbaikan.

“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat Bawean. Pemkab Gresik bersama seluruh pihak terkait berkomitmen memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga harga tetap stabil,” kata Sekda Washil, dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).

Washil menyampaikan, Pemkab Gresik melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) akan menggelar Pasar Murah bersama para penyedia bahan pokok.

Skema ini dirancang agar harga bahan pokok yang dijual di Pulau Bawean setara dengan harga di daratan, dengan menekan biaya ongkos distribusi melalui kerja sama dengan pihak penyedia.

Menurut data di salah satu Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, kebutuhan bahan pokok terbilang cukup besar. Setiap harinya, masyarakat Sangkapura membutuhkan beras 16 ton, gula 12 ton, tepung 13 ton, kanji 9 ton, bawang merah 5.4 ton, bawang putih 4.2 ton, dan telur sekitar 1.000 rak.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan bantuan bahan pokok pada 5 September lalu untuk masyarakat Bawean. Bantuan tersehut diharapkan Pemerintah dapat membantu meringankan beban warga hingga distribusi kembali normal. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow