Sudah Terima Laporan, Polisi Selidiki Kasus Pencurian Alat Pemantau Gunung Kelud
Polres Blitar pada Rabu (10/9/2025) malam telah menerima laporan dari Petugas Pos Pengamat Gunung Kelud, terkait hilangnya alat pemantau yang diduga diambil orang. Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan dan memburu pelaku pencurian.
BLITAR, SJP - Polres Blitar menerima laporan adanya dugaan pencurian alat pemantau aktivitas Gunung Kelud yang berada di wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar pada Rabu (10/9/2025) malam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, saat ini penyidik Satreskrim Polres Blitar tengah melakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang mencuri alat pemantau aktivitas Gunung Kelud tersebut.
Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi mengatakan berdasarkan keterangan dari pelapor, sejumlah komponen alat pemantau aktivitas vulkanik Gunung Kelud yang berada di pos hilang digondol pencuri. Akibatnya, pemantauan aktivitas Gunung Kelud tepatnya di sisi selatan terganggu.
"Masih kami lakukan penyelidikan. Awalnya lokasi pos pemantauan itu disebutkan berada di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, namun setelah dilakukan pengecekan berada di wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Garum dan kami sudah minta Polsek Garum untuk cek lokasi," kata dia, Kamis (11/9/2025).
Dijelaskan Ipda Putut, sebelum diketahui hilang digondol maling, alat pemantau aktivitas Gunung Kelud di pos tersebut sempat rusak dikarenakan tersambar petir pada Juli 2025 lalu. Kemudian, petugas sudah melakukan perbaikan dan alat sudah bisa berfungsi kembali.
Lalu, pada bulan September ini, alat pemantau kembali mengalami gangguan atau mati dan saat petugas datang ke pos untuk mengecek, ternyata sudah hilang digondol maling.
"Sesuai laporan yang kami terima memang sempat rusak, kemudian diperbaiki dan bisa berfungsi. Lalu kembali mati, dan saat dicek sudah hilang. Kami minta bantuan kepada masyarakat yang mungkin mengetahui ada orang yang menjual alat tersebut bisa segera melapor ke Polres Blitar," jelasnya.
Sebelumnya, Petugas Pos Pengaman Gunung Kelud bernama Budi Priyanto menyampaikan bahwa petugas mengetahui alat pemantau itu hilang pada Senin (8/9/2025). Di mana, alat pemantau Gunung Kelud Milik Badan Geologi tersebut senilai kurang lebih Rp1-Rp1,5 M.
"Awalnya kami mengira alat pemantau di pos mati atau tidak aktif, karena ada kendala aki drop. Terus kami cek lokasi, ternyata di pos alat pemantau sudah hilang," imbuhnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

