Hadiri Panen Raya Padi di Sumbergempol, Plt Bupati Tulungagung Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi El Nino
Tahun ini pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan berupa 21 unit irigasi perpompaan untuk kelompok tani di Tulungagung. Kemungkinan penambahan bantuan masih terbuka, meski jumlah pastinya belum ditetapkan.
TULUNGAGUNG, SJP - Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah ancaman kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memastikan bahwa stok bahan kebutuhan pokok di daerah tersebut berada dalam kondisi mencukupi dan relatif stabil.
Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri kegiatan panen di lahan pertanian Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Anggia Erma Rini bersama perwakilan dari Perum Bulog yang turut memantau hasil produksi pertanian di wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, Ahmad Baharudin menyebut panen yang berlangsung menjadi indikator positif atas kerja sama antara petani dan pemerintah daerah. Ia menilai, hasil produksi yang melimpah saat ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di tingkat lokal.
“Panen ini menjadi gambaran bahwa upaya bersama yang dilakukan selama ini membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mencemaskan ketersediaan bahan pokok dalam waktu dekat. Berdasarkan proyeksi pemerintah daerah, cadangan pangan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga lebih dari satu tahun ke depan, seiring masuknya hasil panen dari berbagai wilayah.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap bersiap menghadapi potensi gangguan akibat perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan. Sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan guna menjaga produktivitas sektor pertanian, terutama terkait ketersediaan air.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan bantuan pompa air serta pengembangan sistem irigasi berbasis perpompaan, khususnya bagi lahan yang belum terjangkau jaringan irigasi teknis. Program ini merupakan bagian dari arahan Kementerian Pertanian untuk memastikan petani tetap dapat mengolah lahan secara optimal.
“Petani yang membutuhkan dukungan sarana air dapat mengajukan permohonan melalui Dinas Pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan berupa 21 unit irigasi perpompaan untuk kelompok tani di daerah tersebut. Ia menambahkan, kemungkinan penambahan bantuan masih terbuka, meski jumlah pastinya belum ditetapkan. (***)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

