Gedung Pengolahan Ikan Senilai Rp2,2 Miliar di Gresik Dibiarkan Terbengkalai

Kini kondisi gedung tampak tidak ada aktivitas pengolahan hasil ikan yang digadang-gadang sebagai sarana hilirisasi perikanan wilayah pesisir.

16 Jul 2025 - 11:04
Gedung Pengolahan Ikan Senilai Rp2,2 Miliar di Gresik Dibiarkan Terbengkalai
Suasana gedung UPI Sidayu, Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP—Gedung unit pengolahan ikan (UPI) di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, terancam mangkrak. Pasalnya, fasilitas yang dibangun dengan anggaran senilai Rp2,2 miliar itu tidak dikelola maksimal.

Pantauan di lapangan, gedung UPI tersebut tampak sepi. Sejak diresmikan Maret 2024 lalu, tidak ada aktivitas produksi maupun kegiatan lainnya. Bahkan di malam hari hanya terlihat lampu penerangan yang tetap menyala.

Padahal, gedung UPI Sidayu itu digadang-gadang akan menjadi sarana hilirisasi sektor perikanan khususnya ikan bandeng. Gedung UPI Sidayu itu diproyeksi untuk meningkatkan nilai jual hasil olahan ikan bandeng sebagai komoditas unggulan masyarakat pesisir. 

Menanggapi hal itu, sejumlah anggota DPRD Gresik mendesak Pemkab Gresik agar lebih serius mengelola fasilitas tersebut. Mereka menilai, pengelolaan UPI harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah harus berpikir secara holistik dan sustainable dalam perencanaan. Jangan hanya satu atau dua tahun, tapi harus dikembangkan dalam jangka panjang,” kata Anggota Komisi I DPRD Gresik, Syaikhu Busyiri, Rabu (16/7/2025).

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim juga mengkritisi lemahnya pelaksanaan program oleh pemerintah daerah. Seharusnya, harus ada studi yang matang sehingga perencanaan seperti di gedung UPI Sidayu itu bisa terarah.

Nurhamim berharap, Pemkab Gresik segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan UPI dan menyusun langkah strategis agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Sehingga kepentingan masyarakat pesisir terakomodir," imbuh Nurhamim.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Eko Anandito Putro, menyampaikan bahwa pihaknya tengah bersiap untuk mempercepat pengoperasian kembali UPI Sidayu.

"Kami sedang koordinasikan dengan semua pihak termasuk Gresik Property (anak perusahaan BUMD Gresik Migas) dengan harapannya pengoperasian kembali UPI ini bisa segera dilakukan," ungkap dia.

Eko mengakui, selama ini sempat terjadi miskomunikasi yang berimbas pada hambatan pemasaran hasil olahan. Hal ini, kata dia, menjadi evaluasi bersama agar ke depan tidak terulang.

"Kemarin memang ada sedikit mis. Terutama di sisi pemasaran. Tapi dalam waktu dekat ini, minggu ini kita sudah jadwalkan pertemuan dan koordinasi ulang bersama seluruh pihak terkait," pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow