Asumsi Ekonomi Makro Berubah, Pemkot Batu Turunkan Target Pendapatan Daerah 2025

Sektor pariwisata tetap menjadi andalan utama dalam menopang pendapatan Kota Batu. Geliat pariwisata dinilai mampu menciptakan efek domino terhadap sejumlah jenis pajak, seperti pajak hotel, pajak hiburan, restoran, hingga parkir.

27 Jun 2025 - 17:51
Asumsi Ekonomi Makro Berubah, Pemkot Batu Turunkan Target Pendapatan Daerah 2025
Wali Kota Batu Nurochman (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP—Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menyesuaikan target pendapatan daerah tahun 2025 akibat perubahan pada asumsi ekonomi secara makro. Dari yang semula ditetapkan sebesar Rp1,09 triliun, kini target tersebut direvisi menjadi Rp1,08 triliun.

Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, penurunan target pendapatan daerah tidak lepas dari perubahan kondisi ekonomi makro yang berdampak langsung pada kinerja sektor perpajakan dan retribusi.

"Perubahan ekonomi tentu akan berdampak dengan kinerja sektor penyumbang pendapatan daerah, seperti pajak dan retribusi. Oleh sebab itu penyesuaian ini mencerminkan kehati-hatian fiskal di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional yang berpengaruh terhadap sektor-sektor penyumbang pendapatan daerah," ucapnya, Jumat (27/6/2025).

Target pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu pun turut disesuaikan. Dari sebelumnya sebesar Rp311,1 miliar, kini turun menjadi Rp303,3 miliar.

Begitu pula dengan pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi yang mengalami penurunan dari Rp770,6 miliar menjadi Rp 764,3 miliar.

Satu-satunya komponen yang mengalami kenaikan yakni pendapatan lain-lain yang sah, dari semula Rp10,3 miliar menjadi Rp19,5 miliar.

Meskipun ada penyesuaian, Pemkot Batu tetap menunjukkan optimisme. Hingga akhir triwulan kedua, realisasi PAD telah mencapai Rp127,3 miliar atau sekitar 39,48 persen dari target yang telah ditetapkan. Angka tersebut dinilai cukup positif di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

"Pemkot Batu akan terus menggenjot pendapatan melalui berbagai strategi. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain optimalisasi pajak daerah, pengelolaan pendapatan yang lebih efektif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan potensi daerah yang belum tergarap maksimal," imbuh pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.

Sektor pariwisata tetap menjadi andalan utama dalam menopang pendapatan Kota Batu. Geliat pariwisata dinilai mampu menciptakan efek domino terhadap sejumlah jenis pajak, seperti pajak hotel, pajak hiburan, restoran, hingga parkir.

Di sisi lain, peningkatan iklim investasi juga menjadi prioritas. Pemkot Batu terus mendorong kemudahan berusaha dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

Hasilnya, capaian investasi selama semester pertama tahun ini sudah menyentuh angka Rp775,2 miliar, melonjak signifikan dibanding tahun lalu yang hanya mencapai Rp467,1 miliar di periode yang sama.

“Kami optimistis, dengan penguatan di sektor pariwisata dan investasi, target pendapatan tetap bisa dikejar meski ada penyesuaian angka,” pungkas Cak Nur. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow