ESI Kota Batu Targetkan 2 Emas dan 1 Perak di Cabor E-Sport Porprov IX Jatim
Diketahui, ini merupakan kali ketiga ESI Kota Batu mengikuti ajang Porprov. Pada debut pertamanya belum berhasil menyumbangkan medali, namun pada Porprov sebelumnya, mereka sukses meraih emas di kategori Free Fire.
KOTA BATU, SJP – Cabang olahraga (cabor) E-Sport menjadi salah satu andalan kontingen Kota Batu dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025.
Mengirimkan total 16 orang terdiri dari atlet, official dan pelatih, tim E-Sport Kota Batu menargetkan menyumbangkan dua medali emas dan satu perak bagi Kota Batu.
Ketua ESI (E-Sports Indonesia) Kota Batu Azzariel pada Selasa (1/7/2025) menyampaikan bahwa pihaknya akan menurunkan atlet untuk empat kategori pertandingan yakni PUBG Mobile, Mobile Legends, Free Fire, dan E-Football.
“Target kami adalah satu emas dari Free Fire, satu emas dari Mobile Legends, dan satu perak dari E-Football. Ini target realistis karena melihat perkembangan atlet dan hasil sebelumnya,” ujarnya.
Diketahui, ini merupakan kali ketiga ESI Kota Batu mengikuti ajang Porprov. Pada debut pertamanya belum berhasil menyumbangkan medali, namun pada Porprov sebelumnya, mereka sukses meraih emas di kategori Free Fire.
Azzariel menambahkan bahwa, strategi tim saat ini berfokus pada penguatan bonding antar pemain, selain peningkatan strategi dan keterampilan teknis permainan.
“Semua kekuatan di cabor E-Sport sebenarnya merata. Namun, daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto masih menjadi lawan berat. Meski begitu, perkembangan E-Sport dua tahun terakhir sangat dinamis, jadi hasil akhir masih sangat sulit diprediksi,” imbuhnya.
ESI Kota Batu juga berharap dukungan dari Pemerintah Kota Batu agar ekosistem E-Sport bisa berkembang lebih pesat di masa mendatang. Selain sebagai cabang olahraga resmi, E-Sport diharapkan bisa mengikis stigma negatif yang masih melekat pada dunia gim.
“Kompetisi-kompetisi yang digelar swasta sudah cukup banyak, dan prestasi atlet kita juga membanggakan. Kami siap bersaing di tingkat nasional. Tapi perlu dukungan lebih luas untuk pengembangan jangka panjang,” pungkasnya. (adv)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

