PG Lestari Bungkam, Keluhan Debu Warga Patianrowo Nganjuk Belum Terjawab

Keluhan warga Patianrowo terkait pencemaran debu dari aktivitas PG Lestari belum mendapat respons resmi. Upaya konfirmasi kepada humas dan manajemen pabrik belum membuahkan hasil, memicu kekecewaan warga yang menunggu kepastian solusi.

28 Jul 2026 - 19:04
PG Lestari Bungkam, Keluhan Debu Warga Patianrowo Nganjuk Belum Terjawab
Aksi Demo FPMN di depan Dinas LH Nganjuk (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Gelombang protes warga Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk terkait sebaran debu akibat aktivitas PG Lestari, hingga kini belum membuahkan jawaban pasti dari pihak manajemen pabrik gula tersebut. Pihak PG Lestari terkesan tertutup dan saling lempar saat dikonfirmasi wartawan.

Wartawan suarajatimpost.com berupaya menghubungi Humas PG Lestari, Qolib Yulianto, guna meminta tanggapan resmi terkait keluhan warga dan tindak lanjut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kendati demikian, Qolib enggan berkomentar banyak dengan alasan tengah berada di luar kota.

"Mohon maaf, posisi saya masih rapat di Surabaya. Coba langsung hubungi bagian Sekum LS (PG Lestari)," ungkap Qolib singkat, Selasa (28/7/2026).

Sesuai arahan Humas PG Lestari, saat nomor kontak bagian Sekretariat Umum (Sekum) PG Lestari, Heri, di nomor 08950153xxxx dihubungi, panggilan telepon yang dilayangkan sama sekali tidak mendapat jawaban.

Tidak adanya respons dari pihak PG Lestari ini semakin memunculkan tanda tanya di tengah tingginya desakan warga yang menuntut solusi konkret atas dampaknya pencemaran debu di pemukiman mereka.

Kendati berjanji akan membantu mengoordinasikan konfirmasi tersebut, hingga berita ini ditulis, pihak Humas maupun manajemen PG Lestari belum kunjung memberikan kabar atau respons susulan.

"Nanti saya bantu hubungi, tolong, saya masih rapat," ucap Humas PG Lestari saat dihubungi via WhatsApp.

Upaya lanjutan dengan menghubungi bagian Sekretariat Umum (Sekum) PG Lestari pun berkali-kali tidak membuahkan hasil lantaran panggilan telepon tidak kunjung diangkat. 

Sikap tertutup dan terkesan mengulur waktu dari pihak pabrik ini menuai kekecewaan warga yang membutuhkan kepastian solusi atas pencemaran debu di pemukiman mereka. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow