211 Siswa Diduga Keracunan MBG, Dinkes Kediri Suspend SPPG Purwodadi
Siswa di Kediri yang diduga mengalami keracunan menu MBG, per hari ini berjumlah 211 siswa. Munculnya dugaan keracunan ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menutup sementara ( suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwodadi Kras.
KEDIRI, SJP - Siswa di Kediri yang diduga mengalami keracunan menu MBG, per hari ini berjumlah 211 siswa. Munculnya dugaan keracunan ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menutup sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwodadi Kras.
SPPG tersebut diketahui mendistribusikan menu MBG kepada para siswa yang kemudian mengalami gangguan kesehatan.
“Mulai hari ini SPPG disuspend,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Achmad Khatib, Selasa, (28/7/2026).
Selain itu, Dinkes juga telah mengambil sampel makanan MBG yang disajikan pada Senin (27/7) untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Surabaya.
Khatib mengungkapkan, hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab munculnya gejala pada para siswa sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.
"Sekitar 2 mingguan ( hasil pemeriksaan laboratorium) keluar," tambahnya.
Para siswa tadi berdasarkan catatan berasal dari SMP 1 Kras, SDN Purwodadi 1 dan MI Barokah Ah-Tahdzib. Dari jumlah tersebut sebagian besar menjalani perawatan di rumah dan 1 orang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Khatib sebelumnya menuturkan pihaknya baru mendapatkan laporan terkait hal tersebut pada Senin. Namun kronologi awal dugaan keracunan tersebut, diduga bermula sejak hari Kamis, 23 Juli 2026 kemarin.
Saat itu menurut Khatib, ada banyak siswa sakit. Kemudian jumlah bertambah pada Jumat keesokan harinya. Pada hari tersebut banyak siswa ijin tidak masuk sekolah karena sakit.
"Info sementara sehabis makan MBG di hari Kamis, kemudian sore atau malamnya mulai mengalami mual, pusing. Kemudian Jumat juga yang dilaporkan semakin banyak. Karena sekolah tidak menyangka kalau itu dampak dari MBG , maka baru siang tadi melapor ke Puskemas," jelas Achmad Khatib.
Sebelumnya, pada bulan April lalu, 5 orang siswa dari salah satu lembaga pendidikan usia dini dilaporkan terpaksa menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri setelah mengalami pusing, mual dan muntah diduga usai menyantap menu MBG.
Adapun indikasi awal yang dialami para siswa di Kras juga hal yang sama. "Ada Kemungkinan begitu," pungkas Achmad Khatib. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

