Dua Pejabat Eselon II di Nganjuk Minta Dimutasi karena Beban Kerja Terlalu Berat

Dua pejabat eselon II di Nganjuk dimutasi atas permintaan pribadi karena mengaku tak sanggup menghadapi tekanan kerja. Bupati Marhaen mengapresiasi kejujuran dan sikap terbuka keduanya.

01 Aug 2025 - 23:14
Dua Pejabat Eselon II di Nganjuk Minta Dimutasi karena Beban Kerja Terlalu Berat
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat melantik 21 pejabat eselon II di Pendopo Kabupaten, Kamis (31/8/2025). Dua pejabat dimutasi atas permintaan sendiri karena alasan beban kerja. (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP Dua dari 21 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk yang dilantik pada Kamis (31/8/2025) diketahui dimutasi atas permintaan pribadi. Alasannya, mereka mengaku tidak sanggup melanjutkan tugas karena beban kerja yang berat.

Kedua pejabat tersebut adalah dr. Hendriyanto, yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Kesehatan dan kini dipindah menjadi staf ahli bupati, serta Purwo Bujono, yang sebelumnya memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kini menjadi kepala Dinas Perpustakaan.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi membenarkan permintaan tersebut dan menyatakan bahwa rotasi dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek secara bijak.

“Benar, dua orang minta dipindah atas permintaan pribadi. Kami pertimbangkan dengan bijak,” ujarnya.

Menurut Marhaen, kedua pejabat itu menyampaikan permintaan secara langsung dengan alasan tekanan operasional yang tinggi serta beban kerja yang berat.

“Dengan permintaan pribadi ke kami, dengan alasan tidak sanggup, ya kami terima. Jabatan bukan beban, tapi amanah. Kalau sudah merasa tidak sanggup, lebih baik jujur,” katanya.

Marhaen menegaskan bahwa pelantikan pejabat telah melalui proses seleksi terbuka, penilaian kinerja, dan kajian kebutuhan strategis. Dia berharap para pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab di jabatan barunya.

“Kita tidak hanya butuh pintar, tapi juga tangguh. Saya ingin birokrasi yang responsif, bukan hanya rutinitas,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa mutasi adalah bagian dari dinamika birokrasi yang sehat. Pergeseran jabatan tidak selalu bermakna negatif, apalagi jika dilakukan secara terbuka dan jujur.

“Saya apresiasi kejujuran mereka. Ini menunjukkan bahwa jabatan bukan segalanya. Yang penting adalah kinerja dan komitmen bekerja untuk masyarakat,” tambah Marhaen. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow