Dua Korban Tewas Tertabrak Bus di Tulungagung Ternyata Alumni dan Calon Wisudawan UIN SATU

Salah satu korban merupakan mahasisawa Prodi S1 Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, dan dijadwalkan akan mengikuti wisuda pada bulan November ini.

01 Nov 2025 - 07:15
Dua Korban Tewas Tertabrak Bus di Tulungagung Ternyata Alumni dan Calon Wisudawan UIN SATU
Korban meninggal kecelakaan tertabrak bus di Tulungagung. (Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP - Dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan tertabrak bus Harapan Jaya, di Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jumat (31/10/2025) siang, tercatat sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.

Korban pertama atas nama Faizatul Magfiroh, asal Jombang ini merupakan mahasiswa Prodi S1 Akutansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Korban merupakan wisudawan ke 47 semester ganjil TA 2025-2026, dan baru mengikuti wisuda pada bulan September lalu.

Sementara korban kedua, Zahrotun Mas'udah, juga asal Jombang, merupakan mahasisawa Prodi S1 Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Yang bersangkutan merupakan calon wisudawan ke 50 semester ganjil TA 2025-2026, dan akan mengikuti wisuda pada bulan November.

Humas UIN SATU Tulungagung, M. Ulil Abshor, membenarkan kabar tersebut. Pihak kampus turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Secara administratif sudah alumni. Yang satu sudah wisuda September lalu, satunya akan wisuda November nanti," ungkap Ulil.

Menurut Ulil, begitu mendaftar wisuda dan sudah melengkapi syarat wisuda, dapat nomor urut wisuda, berarti sudah dinyatakan lulus. Rencananya pihak kampus akan mengundang orang tua korban untuk menghadiri wisuda.

"Iya, orang tuanya akan diundang untuk menghadiri wisuda yang sudah dijadwalkan," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Jumat sekira pukul 12.30 WIB, Bus Harapan Jaya bernomor polisi AG 7767 US yang dikemudikan Rizki Angga Saputra (30) asal Malang, melaju dari arah selatan dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di TKP, pengemudi bus diduga tidak dapat menguasai laju kendaraannya. Bus kemudian ngepot hingga bagian belakang bus sebelah kanan menabrak motor yang dikendarai kedua korban yang melaju dari arah utara ke selatan. 

Selain itu bus juga menabrak pengendara sepeda motor lain, Andri Yoga Pratama (28) asal Nganjuk, yang berhenti di marka tengah jalan hendak berbelok ke SPBU. Akibatnya korban mengalami luka berat pada bagian kepala dan dirawat intensif di rumah sakit.

Didiga karena pengereman mendadak pada kecepatan tinggi, menyebabkan bus yang dari arah selatan tersebut berubah haluan berputar balik keselatan. Bus baru berhenti setelah menabrak pagar tembok rumah warga. 

Kasus kecelakaan maut tersebut kini tengah ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow