Berobat 'Bayar Seikhlasnya', Solusi Kesehatan untuk Warga Tulungagung tanpa BPJS
Praktik dokter LKNU di Tulungagung membuka layanan kesehatan dengan pembayaran seikhlasnya. Program ini menyasar warga yang belum memiliki jaminan kesehatan.
TULUNGAGUNG, SJP — Bagi sebagian warga, biaya kerap menjadi alasan menunda berobat ke dokter. Kini, masyarakat Tulungagung memiliki alternatif layanan kesehatan berbeda dengan sistem pembayaran seikhlasnya.
Layanan ini dijalankan sebuah praktik dokter umum di bawah naungan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU). Berlokasi di Jalan Raya Pahlawan Gang III, Desa Kedungwaru, praktik tersebut resmi dibuka sejak 17 Agustus 2025.
“Kegiatan ini merupakan sinergi dari berbagai donatur dan beberapa lembaga,” kata Safari Hasan, Ketua Yayasan Karima Adimara Nusantara, Jumat (22/8/2025).
Menurut Hasan, gagasan ini lahir dari kerja sama para donatur serta lembaga yang peduli terhadap akses kesehatan masyarakat. Tujuannya untuk menjangkau warga yang belum memiliki jaminan kesehatan atau tidak terkaver oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
“Tujuannya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang selama ini belum mendapatkan akses pelayanan kesehatan atau belum dikaver oleh BPJS,” tuturnya.
Dengan konsep ini, warga dapat berobat tanpa harus cemas mengenai biaya. Layanan pun terbuka bagi siapa saja, tanpa persyaratan khusus. Pasien cukup datang pada jam praktik, setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB dan 15.00-20.00 WIB.
“Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan ringan, hingga rujukan jika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut,” kata Hasan.
Salah seorang warga, Sumarni (60), mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut. Dia memanfaatkan program itu untuk memeriksakan penyakit diabetes yang dideritanya.
“Saya diperiksa berat badan, tensi, sampai gula darah. Alhamdulillah, bisa berobat dengan tenang tanpa mikir biaya,” tuturnya.
Menariknya, selain pemeriksaan medis, sejumlah warga juga menerima bantuan tambahan berupa paket sembako. Rumah Zakat, misalnya, menyalurkan lima voucher sembako untuk dibagikan kepada warga yang datang berobat.
Dengan konsep sederhana namun menyentuh, layanan kesehatan berbasis donasi ini memberi harapan baru. Kehadiran program ini membuka akses lebih luas bagi masyarakat Tulungagung terhadap layanan medis yang murah sekaligus manusiawi. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

