Di Blitar, Megawati Soekarnoputri Bakal Jadi Pembicara di Seminar Peringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berada di Blitar selama dua hari Jumat (31/10/2025) hingga Sabtu (1/11/2025). Pada hari kedua, Megawati Soekarnoputri akan menjadi pembicara pada kegiatan seminar peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar di Perpustakaan Bung Karno.

31 Oct 2025 - 21:36
Di Blitar, Megawati Soekarnoputri Bakal Jadi Pembicara di Seminar Peringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto:Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Presiden ke 5 RI sekaligus Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) akan menjadi pembicara pada kegiatan seminar peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan berlangsung di Perpustakaan Bung Karno, Sabtu (1/11/2025).

Ini dikatakan oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Jumat (31/10/2025) usai menghadiri pertemuan dengan kepala daerah (kada) dan wakil kepala daerah (wakada) dari PDI Perjuangan se-Jatim di Pendopo Ronggo Hadi Negoro.

Menurut Hasto, Konferensi Asia Afrika (KAA) menjadi simbol kepemimpinan Indonesia di mata dunia yang digagas melalui visi internasional Presiden Pertama RI Ir Soekarno dalam membangun tata dunia baru.

"Konferensi ini menunjukkan kepemimpinan Indonesia bagi dunia, khususnya melalui visi Bung Karno. Gamal Abdul Nasir bahkan menyebut, pada abad ke-20 ada dua penemuan besar yakni teknologi atom dan Konferensi Asia Afrika," terangnya, Jumat (31/10/2025).

Dijelaskan Hasto, KAA menjadi tinggal dekolonialisasi pertama di dunia. Artinya, ketika bangsa-bangsa Asia dan Afrika bersatu melawan penjajahan tanpa campur tangan negara barat.

"Seorang sejarahwan David Van Reybrouck menyebut Bung Karno sebagai tokoh yang mengubah arah sejarah peradaban dunia yang digerakkan oleh nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan," jelasnya.

Pada kegiatan seminar peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika di Perpustakaan Bung Karno akan dihadiri 30 akademisi dari 30 negara. Mereka akan berziarah ke Makam Bung Karno terlebih dahulu dan dilanjutkan mengikuti seminar internasional.

Seminar tersebut, Menurut Hasto, bertujuan untuk menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan para tokoh yang memperjuangkan dekolonialisasi dunia.

"Relevansinya sangat jelas. Saat ini kita menghadapi bentuk penjajahan baru teknologi, ekonomi, politik, dan budaya. Karena itu, semangat 1955 harus kita angkat kembali. Dulu Bung Karno menunjukkan bahwa Indonesia mampu memimpin di antara bangsa-bangsa dunia," kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga menyampaikan pesan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada para kepala daerah (kada) dan wakil kepala daerah (wakada) agar turun langsung ke masyarakat, mengabdi di tengah situasi yang tidak mudah.

"Kekuasaan harus hadir untuk membela kepentingan rakyat, khususnya wong cilik," imbuhnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow