Dua Kawasan di Malang Terdampak Angin Kencang, Sebabkan Pohon Tumbang dan Putus Aliran Listrik
Cuaca ekstrem melanda Malang, merusak rumah warga di Dampit dan menumbangkan pohon di Ngantang hingga memutus jaringan listrik. BPBD bergerak cepat menangani dampak bencana.
MALANG, SJP — Hujan deras disertai angin kencang merusak rumah warga di Kecamatan Dampit. Sementara di Kecamatan Ngantang, sebuah pohon besar tumbang dan menimpa jaringan listrik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, memastikan bahwa timnya telah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat dan mengoordinasikan bantuan bagi warga terdampak.
Sekira pukul 13.00 WIB, Dusun Krajan, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, dihantam hujan lebat yang disertai angin kencang. Akibatnya, rumah milik Lamsi (1 KK, 4 jiwa) mengalami kerusakan serius pada bagian atap ruang tamu dan dapur.
"Kami langsung melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta Muspika setempat untuk memastikan bantuan segera tersalurkan," ujar Sadono Irawan, Ahad (9/2/2025) melalui keterangan resminya.
Saat ini, bantuan darurat seperti paket sembako dan terpal sudah dipersiapkan untuk membantu warga yang terdampak. Perkiraan kerugian akibat kejadian ini mencapai Rp10 juta.
Tak hanya di Dampit, hujan gerimis disertai angin kencang juga menyebabkan pohon Pete raksasa dengan diameter 30-40 cm dan tinggi 15 meter tumbang di Dusun Simo, Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, sekitar pukul 17.15 WIB.
Pohon tersebut menimpa kabel PLN, menyebabkan putusnya klem kabel pada tiang listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
"Begitu laporan masuk, tim kami segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pembersihan dan memastikan situasi aman. Saat ini, petugas PLN tengah bekerja memulihkan jaringan listrik yang terdampak," jelas Sadono.
Hingga saat ini, cuaca di wilayah terdampak masih mendung pekat, sementara proses pemulihan jaringan listrik di Ngantang masih berlangsung.
BPBD Kabupaten Malang terus memantau situasi dan siap bertindak jika terjadi kondisi darurat lanjutan serta engimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Apabila terjadi kejadian serupa atau bencana, untuk segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

