Tiga Kecelakaan dan 17 Anak Diduga Tebar Paku, Polres Tulungagung Evaluasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT

Polres Tulungagung melakukan evaluasi terkait pengamanan malam pengesahan warga baru PSHT tahun 2025. Meski secara umum kegiatan berjalan aman dan kondusif, namun pada malam kegiatan sempat diwarnai tiga insiden kecelakaan dan dugaan penebaran ranjau paku di jalur konvoi.

01 Jul 2025 - 19:17
Tiga Kecelakaan dan 17 Anak Diduga Tebar Paku, Polres Tulungagung Evaluasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP – Polres Tulungagung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan kegiatan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang berlangsung pada Sabtu (28/6/2025) malam lalu.

Evaluasi ini disampaikan langsung oleh Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, usai upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Selasa (30/7/2025) di halaman kantor Pemkab Tulungagung.

Dalam keterangannya, AKBP Muhammad Taat Resdi, menyebutkan, bahwa potensi konflik antar warga perguruan yang selama ini menjadi kekhawatiran utama berhasil diantisipasi dengan baik.

"Alhamdulillah, selama pelaksanaan kegiatan pengesahan, tidak terjadi konflik antarwarga perguruan. Ini menjadi capaian penting karena sebelumnya hal ini kerap menjadi potensi gangguan," jelasnya.

Namun demikian, gangguan pada aspek keamanan dan keselamatan lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) tidak sepenuhnya dapat dihindari.

Tercatat terjadi tiga kecelakaan lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Yakni kecelakaan tunggal di Boyolangu, di mana seorang peserta kehilangan kendali dan menabrak pohon.

Tabrakan di Karangrejo, antara peserta konvoi dan pengendara motor. Serta kecelakaan di Sumbergempol, antara peserta konvoi dan warga sipil, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

“Dari tiga kecelakaan itu, satu kasus sudah menetapkan tersangka, yaitu peserta konvoi asal Nganjuk pada kejadian di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol,” terang AKBP Taat.

Ditanya soal adanya kasus dugaan penebaran ranjau paku di jalan-jalan pada malam pengesahan, Kapolres mengaku saat ini ia masih menunggu perkembangan proses penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Tulungagung.

Kapolres menyatakan bahwa insiden-insiden tersebut menjadi bahan evaluasi penting, tidak hanya bagi kepolisian, namun juga bagi seluruh unsur perguruan pencak silat, termasuk pimpinan dan paguyuban.

“Semua ini akan kami bawa ke rapat Gugus Tugas Penanggulangan Konflik Antarperguruan untuk evaluasi dan tindak lanjut ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, mengungkapkan perkembangan penyelidikan terkait temuan ranjau paku di sepanjang jalur konvoi, dan terdapat belasan anak yang diduga menjadi pelaku.

“Sudah ada 17 anak di bawah usia 18 tahun yang diduga menebar paku di jalan. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk luar kota,” ungkap AKP Ryo.

Ia menambahkan, anak-anak tersebut kini dalam proses pembinaan, dan belum dapat dipastikan apakah mereka terkait dengan perguruan tertentu atau memiliki motif tersembunyi.

“Mayoritas dari mereka laki-laki. Hanya satu anak perempuan yang ikut, dan itu pun hanya menyaksikan kelakuan temannya,” tambahnya.

Permohonan Maaf di Hari Bhayangkara ke-79

Dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-79, AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tulungagung apabila selama ini pelayanan kepolisian belum memenuhi harapan.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Saya sebagai Kapolres memohon maaf jika belum bisa sepenuhnya memberikan pelayanan terbaik,” ucapnya.

Dengan tema peringatan hari Bhayangkara ke 79 tahun 2025 ini, Polri untuk masyarakat, Kapolres berharap kehadiran Polri ini betul-betul memberi manfaat yang positif bagi masyarakat untuk mendukung keberhasilan pembangunan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan masukan demi perbaikan Polri kedepan.

“Kami berharap kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga situasi Kamtibmas yang kondusif bisa terus terjaga demi mendukung kelancaran pembangunan,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow