Karnaval Sound Horeg di Mojokerto Berlangsung Hingga Subuh
Berdasarkan dokumen perizinan, pihak kepolisian setempat menetapkan batas maksimal kegiatan pada pukul 24.00 WIB.
MOJOKERTO, SJP– Gelaran budaya bertajuk Medali Spectacular Carnival (MSC) 2026 di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, memicu kontroversi setelah durasi pelaksanaannya melampaui batas izin resmi.
Pertunjukan sound horeg yang semula dijadwalkan berakhir pada tengah malam, justru terus berlanjut hingga pukul 04.30 WIB.
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka ruwat desa pada Sabtu (14/2/2026) ini melibatkan 32 peserta dari unsur RT, Karang Taruna, hingga pengusaha lokal.
Berdasarkan dokumen perizinan, pihak kepolisian setempat menetapkan batas maksimal kegiatan pada pukul 24.00 WIB.
Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya keterlambatan durasi hingga lebih dari empat jam.
Kepala Desa Medali, Miftahudin, mengakui adanya ketidaksesuaian jadwal tersebut. Menurutnya, panitia sebenarnya telah melakukan mitigasi berdasarkan evaluasi tahun lalu, namun kendala teknis tetap tidak terhindarkan.
"Izin maksimal selesai pukul 24.00 WIB. Pengalaman tahun lalu, jadwal selesai jam 22.00 WIB pun realisasinya sampai jam 01.00 WIB. Kami memprediksi tahun ini selesai jam 02.00 WIB jika ada kendala, namun ternyata lebih dari itu," ujar Miftahudin, Kamis (19/2/2026).
Pihak pemerintah desa mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menyebabkan molornya iring-iringan karnaval tersebut.
Pertama adalah kendala infrastruktur. Miftah menyebut adanya dahan pohon yang belum dipangkas menghambat laju kendaraan besar.
Kedua adalah kerusakan armada sound, beberapa mobil pengangkut sistem suara mengalami kerusakan mesin, termasuk insiden kerusakan kopling yang memaksa panitia melakukan evakuasi manual.
Ketiga adalah hambatan jalur, atau kerusakan satu unit kendaraan berdampak pada macetnya seluruh rangkaian peserta di belakangnya.
Meski bertujuan sebagai pelestarian budaya dan sejarah, durasi ekstrem pertunjukan ini memicu reaksi beragam dari netizen setelah dokumentasi acara tersebut viral di media sosial.
Pihak penyelenggara menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait manajemen waktu dan teknis lapangan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

