Forkopimda Batu Fokus Tekan Risiko Kepadatan Lalu Lintas saat Nataru

Rekayasa penuh akan diberlakukan bila indikator kepadatan terpenuhi, seperti kendaraan exit tol melebihi 1.500 unit atau okupansi hotel menyentuh 80 persen. Pada malam pergantian tahun, kawasan Alun-Alun akan ditutup total untuk menjamin keamanan jalur perayaan

03 Dec 2025 - 20:49
Forkopimda Batu Fokus Tekan Risiko Kepadatan Lalu Lintas saat Nataru
Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelang Nataru (Ist/Polres/SJP)

KOTA BATU, SJP – Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Forkopimda Kota Batu menempatkan isu kepadatan lalu lintas sebagai prioritas utama. Bukan hanya soal lonjakan wisatawan, namun bagaimana memastikan mobilitas berjalan aman, tertib, dan tetap memberikan pengalaman positif bagi pengunjung.

Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (3/12/2025) menguraikan, Rapat Tahap IV Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) menjadi momentum penyusunan langkah teknis lintas sektor. Hal itu juga menegaskan bahwa tantangan Nataru bukan sekadar peningkatan volume kendaraan, tetapi kesiapan seluruh stakeholder dalam membaca pola pergerakan wisatawan.

"Kami menekankan bahwa langkah mitigasi harus disiapkan sedini mungkin untuk mencegah kemacetan berlarut di sejumlah titik rawan. Kesan pertama wisatawan muncul dari lalu lintas yang mereka temui. Kota Batu tidak boleh kalah oleh ego sektoral. Kita benahi koordinasi, kita selaraskan langkah," paparnya.

Selain itu pembukaan akses jalan baru bersama Perhutani menjadi solusi jangka panjang yang sedang dikebut oleh Pemkot Batu termasuk akses tercepat melalui Sukorejo dan Lawang. Ditambah pentingnya teknologi dalam pengaturan arus kendaraan dan percepatan implementasi parkir bertingkat melalui skema pembiayaan non-APBD. Ia juga menegaskan agar seluruh informasi publik tetap menggunakan diksi yang menenangkan dan tidak memperburuk persepsi wisatawan.

Dari sisi pengamanan, Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, menekankan bahwa rekayasa titik rawan akan menjadi instrumen paling krusial dalam pengendalian kepadatan. Polres Batu menurunkan 293 personel, mendirikan enam Pos Pengamanan (Pos Pam), serta satu Pos Pelayanan (Pos Yan) yang sekaligus berfungsi sebagai command center di Batos.

“Penindakan pelanggaran didukung 10 titik ETLE statis dan satu ETLE mobile. Rekayasa arus dilakukan bertahap sesuai kondisi real-time di lapangan. Contraflow dari P.3 Krematorium hingga SP.3 Dewi Sartika menjadi opsi utama, termasuk one way di Jalan Ir. Soekarno,” jelasnya.

Ia juga meminta pelaku usaha wisata dan PHRI menyiapkan kantong parkir tambahan sebagai upaya mencegah parkir liar di tepi jalan, yang selama ini menjadi pemicu utama perlambatan arus.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan langkah teknis yang disiapkan lebih awal, Pemkot Batu berharap momentum Nataru tetap menjadi pengalaman positif bagi wisatawan tanpa mengorbankan kelancaran mobilitas maupun kenyamanan warga. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow