Dorong Kolaborasi Dunia Usaha, Pemkot Batu Perkuat Skema Pendanaan Pendidikan Lewat CSR

Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Batu menargetkan pembangunan SDM tidak lagi bergantung pada APBD semata, melainkan menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan dunia usaha

30 Mar 2026 - 19:39
Dorong Kolaborasi Dunia Usaha, Pemkot Batu Perkuat Skema Pendanaan Pendidikan Lewat CSR
Penyerahan beasiswa 1000 Sarjana oleh Pemkot Batu (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser pendekatan pembangunan pendidikan dengan memperkuat kolaborasi bersama dunia usaha melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah ini ditegaskan Wali Kota Batu Nurochman sebagai strategi untuk memperluas sumber pembiayaan Program Beasiswa 1000 Sarjana.

Orang nomor satu di Kota Batu tersebut pada (30/3/2026) menyebut keterlibatan sektor swasta menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan dunia usaha melalui CSR menjadi bagian penting dalam memastikan akses pendidikan tinggi tetap terbuka, terutama bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Ia mencontohkan kontribusi Bank Jatim yang telah menyalurkan CSR pendidikan sebesar Rp236 juta sepanjang 2025. Dukungan tersebut dinilai bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak SDM unggul di Kota Batu.

Menurutnya, pola kolaboratif seperti ini akan terus diperluas dengan membuka ruang bagi perusahaan lain agar ikut terlibat dalam pembiayaan pendidikan yang berdampak langsung.

“Ini bukan hanya soal bantuan sosial, tapi investasi masa depan daerah. Semakin banyak perusahaan terlibat, semakin kuat fondasi SDM kita,” imbuhnya.

Saat ini, Program Beasiswa 1000 Sarjana telah menjangkau 271 mahasiswa. Berbeda dari skema beasiswa pada umumnya, program ini tidak mengikat penerima dengan kewajiban kerja tertentu. Pemkot Batu memilih memberi ruang agar lulusan dapat lebih fleksibel, baik masuk dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Kebijakan tersebut, menurut Nurochman, merupakan bagian dari upaya membangun daya saing generasi muda yang adaptif terhadap dinamika pasar kerja. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow