Dorong IKM Naik Kelas, Pemkab Pasuruan Luncurkan Program BUMDes Berdaya dan SIKAP SAE

IKM di Kabupaten Pasuruan telah mengalami peningkatan jumlah yang signifikan. Yakni sebanyak 28.544 IKM

17 Jun 2025 - 12:30
Dorong IKM Naik Kelas, Pemkab Pasuruan Luncurkan Program BUMDes Berdaya dan SIKAP SAE
Launching BUMDES Berdaya Serta IKM untuk Menuju Go Smart dan Go Digital (foto isbi/sjp)

PASURUAN, SJP—Industri kecil dan menengah (IKM) merupakan salah satu pilar utama perekonomian nasional. Perannya tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Namun, di tengah dinamika perubahan global, pesatnya perkembangan teknologi, serta meningkatnya persaingan pasar, IKM dituntut untuk mampu meningkatkan daya saingnya, agar tetap relevan dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu menyampaikan, selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, maka pengembangan IKM di Kabupaten Pasuruan disesuaikan dengan 33 program prioritas Kabupaten Pasuruan. 

Menurutnya, IKM di Kabupaten Pasuruan telah mengalami peningkatan jumlah yang signifikan. Yakni sebanyak 28.544 IKM. Semuanya tersebar hampir merata di 24 kecamatan. IKM itu bergerak di bidang makanan, minuman, kerajinan, tekstil, furniture, logam, dan lainnya.

“Dengan gambaran pelaku IKM yang di atas, maka terdapat peluang besar untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produk melalui legalitas yang memadai," jelasnya, Selasa (17/6/2025). 

Dia menyebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan terus berupaya mendorong peningkatan keberadaan IKM melalui pengembangan sentra-sentra IKM serta mendorong investasi daerah. Terutama bagi pelaku usaha berklasifikasi IKM.

Targetnya, IKM mampu menembus pasar regional, nasional bahkan global, dengan segmentasi pasar yang jauh lebih luas lagi jangkauannya.

"Transformasi IKM menuju skala usaha yang lebih besar dan modern. Hal ini melibatkan peningkatan kualitas produk, peningkatan kapasitas produksi, perluasan pasar, serta peningkatan manajemen dan pemasaran," ujar Diana.

Dalam upaya untuk lebih mendorong dan meningkatkan daya saing IKM, maka Pemkab Pasuruan meluncurkan inovasi Sahabat IKM Kabupaten Pasuruan Solutif, Aktif, dan Edukatif (SIKAP SAE) Go Smart Go Digital. 

Inovasi ini merupakan layanan terintegrasi berbasis digital yang dirancang untuk memperkuat ekosistem IKM melalui berbagai pendekatan strategis, antara lain:

1. Pendataan berbasis geographic information system (GIS) untuk memetakan potensi dan persebaran IKM di Kabupaten Pasuruan secara akurat. Sehingga memudahkan perencanaan program pembinaan yang lebih tepat sasaran.

2. Pelayanan dan pendampingan dengan sistem jemput bola, mendekatkan layanan langsung ke pelaku IKM agar lebih mudah diakses, serta memastikan kebutuhan IKM dapat tertangani dengan cepat dan tepat.

3. Promosi dan fasilitasi pemasaran melalui platform digital, termasuk e-commerce dan marketplace, guna meningkatkan akses pasar produk IKM secara lebih luas dan efektif.

4. Pemanfaatan studio podcast untuk mendukung promosi produk unggulan IKM secara kreatif dan interaktif melalui berbagai platform digital Disperindag. Seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan lainnya.

5. Edukasi digital melalui podcast, baik untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada konsumen tentang keunggulan produk IKM, maupun sebagai media berbagi pengalaman antarpelaku IKM dalam upaya pengembangan usaha.

Melalui pendekatan ini, inovasi SIKAP SAE hadir bukan hanya untuk meningkatkan eksistensi IKM di pasar lokal, tetapi juga membuka peluang business matching ke tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

Dengan memperluas jangkauan promosi dan mempertemukan pelaku IKM dengan berbagai calon mitra dan konsumen potensial, diharapkan IKM Kabupaten Pasuruan mampu tumbuh lebih pesat dan berdaya saing tinggi.

"Dengan dukungan penuh dari Pemkab Pasuruan, inovasi SIKAP SAE menjadi wujud komitmen untuk mendorong transformasi digital IKM, memperkuat jejaring usaha, serta menciptakan ekosistem IKM yang tangguh, adaptif, dan kompetitif dalam menghadapi tantangan global," tutup Diana.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, Rido Nugroho menjelaskan, launching BUMDes Berdaya dan SIKAP SAE bertujuan untuk memberdayakan desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes) dan penerapan SIKAP SAE dalam pengelolaan. 

Program ini berfokus pada peningkatan ekonomi desa, optimalisasi potensi desa, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengelolaan potensi ekonomi desa. 

"BUMDes adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh pemerintah desa dan berbadan hukum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa, serta menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga. BUMDes juga dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan desa," jelasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow