Lewat Tausiyah Gus Iqdam, Forum PGI Malang Dorong Anak Muda Ambil Pelajaran dari Kanjuruhan
Suasana khidmat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ribuan jemaah mengikuti doa bersama dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
MALANG, SJP – Tragedi Kanjuruhan tidak boleh hanya dikenang sebagai peristiwa kelam dalam sejarah bangsa. Lebih dari itu, tragedi yang merenggut ratusan nyawa tersebut harus menjadi pengingat sekaligus pelajaran berharga bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan persatuan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Forum PGI Kabupaten Malang, Aditya Eka, saat menyambut kehadiran ribuan jamaah dalam kegiatan pengajian dan doa bersama yang menghadirkan pendakwah muda Gus Iqdam.
Menurut Aditya Eka, momentum doa bersama bukan sekadar ajang berkumpul dan beribadah, tetapi juga ruang refleksi bersama agar masyarakat, khususnya kalangan muda, mampu mengambil hikmah dari peristiwa yang pernah mengguncang Malang dan Indonesia.
"Tragedi Kanjuruhan mengajarkan kepada kita semua tentang pentingnya menjaga kemanusiaan, menghormati sesama, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.
Ia menilai anak muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis. Karena itu, pembelajaran dari Tragedi Kanjuruhan harus menjadi bekal untuk membangun karakter yang lebih peduli, bijaksana, dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang menghadirkan Gus Iqdam tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan jamaah memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian doa bersama sekaligus mendengarkan tausiyah yang disampaikan pendakwah asal Blitar tersebut.
Dalam ceramahnya, Gus Iqdam mengajak seluruh jamaah untuk terus menebarkan kebaikan dan memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, manusia terbaik adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain dan menjaga hubungan baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Suasana khidmat begitu terasa sepanjang acara. Doa-doa dipanjatkan untuk para korban Tragedi Kanjuruhan serta keluarga yang ditinggalkan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa semangat solidaritas dan kemanusiaan masyarakat Malang tetap hidup dan terus terjaga.
Bagi Forum PGI Kabupaten Malang, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap peristiwa besar selalu menyimpan pelajaran yang dapat dijadikan bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik. Melalui refleksi bersama dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
(**)
Penulis: Riski Rahayu Kurniawati A.Md.I.Kom., S.E.
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

